Menghitung Kans Timnas Indonesia Lolos Piala Dunia 2026
loading...
A
A
A
Alex Pastoor (Asisten pelatih)
Denny Landzaat (Asisten pelatih)
Gerald Vanenburg (Asisten pelatih)
Sjoerd Woudenberg (Asisten pelatih fisik)
Jordi Cruyff (Penasihat teknis)
Dukungan dari para pelatih dan penasihat kelas dunia ini diharapkan mampu membawa taktik dan strategi yang lebih modern dalam permainan Timnas Indonesia.
Meskipun persiapan dan materi pemain semakin kuat, Timnas Indonesia masih harus menghadapi tantangan besar. Putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia hanya memberikan enam tiket otomatis ke Piala Dunia dan dua tiket play-off. Untuk bisa lolos, Indonesia harus bersaing dengan tim-tim kuat seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, dan Arab Saudi.
Namun, dengan semakin banyaknya pemain berbakat, dukungan dari federasi, serta peningkatan kualitas permainan di bawah arahan Patrick Kluivert, harapan untuk melihat Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026 bukanlah sesuatu yang mustahil.
Kans Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 memang penuh tantangan, tetapi bukan tanpa peluang. Dengan strategi agresif dalam naturalisasi pemain, dukungan penuh dari PSSI, dan jajaran pelatih berkelas dunia, skuad Garuda memiliki modal yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Kini, tugas utama adalah membuktikan kemampuan mereka di lapangan dan menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.
Timnas Indonesia masih harus menghadapi empat lawan berat di sisa Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ketiga. Pada Maret 2025, Skuad Garuda akan bertemu Australia dan Bahrain. Kemudian, pada Juni 2025, giliran China dan Jepang yang menjadi lawan.
Jika Indonesia mampu mengalahkan Australia, Bahrain, dan China, peluang untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 akan semakin besar. Dengan raihan 15 poin, Indonesia berpotensi mengunci posisi kedua di Grup C. Laga terakhir melawan Jepang di Tokyo kemungkinan besar akan menjadi kekalahan yang sudah diperhitungkan atau calculated loss.
Denny Landzaat (Asisten pelatih)
Gerald Vanenburg (Asisten pelatih)
Sjoerd Woudenberg (Asisten pelatih fisik)
Jordi Cruyff (Penasihat teknis)
Dukungan dari para pelatih dan penasihat kelas dunia ini diharapkan mampu membawa taktik dan strategi yang lebih modern dalam permainan Timnas Indonesia.
Meskipun persiapan dan materi pemain semakin kuat, Timnas Indonesia masih harus menghadapi tantangan besar. Putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia hanya memberikan enam tiket otomatis ke Piala Dunia dan dua tiket play-off. Untuk bisa lolos, Indonesia harus bersaing dengan tim-tim kuat seperti Jepang, Korea Selatan, Iran, Australia, dan Arab Saudi.
Namun, dengan semakin banyaknya pemain berbakat, dukungan dari federasi, serta peningkatan kualitas permainan di bawah arahan Patrick Kluivert, harapan untuk melihat Timnas Indonesia di Piala Dunia 2026 bukanlah sesuatu yang mustahil.
Kans Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 memang penuh tantangan, tetapi bukan tanpa peluang. Dengan strategi agresif dalam naturalisasi pemain, dukungan penuh dari PSSI, dan jajaran pelatih berkelas dunia, skuad Garuda memiliki modal yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Kini, tugas utama adalah membuktikan kemampuan mereka di lapangan dan menorehkan sejarah baru bagi sepak bola Indonesia.
Lawan Tak Mudah
Timnas Indonesia masih harus menghadapi empat lawan berat di sisa Kualifikasi Piala Dunia 2026 babak ketiga. Pada Maret 2025, Skuad Garuda akan bertemu Australia dan Bahrain. Kemudian, pada Juni 2025, giliran China dan Jepang yang menjadi lawan.
Jika Indonesia mampu mengalahkan Australia, Bahrain, dan China, peluang untuk lolos langsung ke Piala Dunia 2026 akan semakin besar. Dengan raihan 15 poin, Indonesia berpotensi mengunci posisi kedua di Grup C. Laga terakhir melawan Jepang di Tokyo kemungkinan besar akan menjadi kekalahan yang sudah diperhitungkan atau calculated loss.