Tinju Tidak Lagi Sama Sejak Mayweather Jr vs Conor McGregor
Rabu, 05 Maret 2025 - 01:31 WIB
loading...
A
A
A
Pertarungan Mike Tyson vs Jake Paul di AT&T Stadium, Texas, pada November 2024 menjadi bukti bagaimana wajah tinju telah berubah. Duel ini menjadi laga olahraga paling banyak ditonton dalam sejarah Netflix, tetapi juga menghadapi gelombang kritik baru dari berbagai pihak, termasuk Presiden World Boxing, Boris van der Vorst.
Van der Vorst menyatakan kekhawatirannya terhadap tren pertarungan influencer yang bisa membahayakan keselamatan petinju. "Bahkan anak-anak saya terpikat dengan acara itu," ujarnya dalam wawancara dengan The Indian Express dikutip SINDOnews, Selasa (4/3/2025).
Dia menegaskan bahwa aspek keselamatan para petarung harus menjadi prioritas utama. Salah satu kritik utama adalah tidak adanya perlindungan ekstra dalam pertarungan ini. Tyson dan Paul bertarung selama delapan ronde berdurasi dua menit tanpa pelindung kepala atau sarung tangan yang lebih tebal, yang meningkatkan risiko cedera serius.
Duel ini seharusnya berlangsung pada Juni 2024, tetapi harus ditunda setelah Tyson mengalami kolaps di pesawat dan batuk darah. Mantan juara dunia itu bahkan mengungkapkan bahwa dirinya hampir meninggal, kehilangan setengah dari darahnya, dan harus menjalani delapan transfusi darah. Namun, Tyson tetap bersikeras naik ring di usia hampir 60 tahun.
Setelah pertarungan, Tyson mengaku tetap bangga. "Saya hampir mati pada Juni lalu, tetapi saya bangkit dan bertarung. Bisa menyelesaikan 8 ronde melawan petarung berbakat yang setengah usia saya, di hadapan stadion yang penuh, adalah pengalaman luar biasa," tulisnya di media sosial.
Van der Vorst menyatakan kekhawatirannya terhadap tren pertarungan influencer yang bisa membahayakan keselamatan petinju. "Bahkan anak-anak saya terpikat dengan acara itu," ujarnya dalam wawancara dengan The Indian Express dikutip SINDOnews, Selasa (4/3/2025).
Dia menegaskan bahwa aspek keselamatan para petarung harus menjadi prioritas utama. Salah satu kritik utama adalah tidak adanya perlindungan ekstra dalam pertarungan ini. Tyson dan Paul bertarung selama delapan ronde berdurasi dua menit tanpa pelindung kepala atau sarung tangan yang lebih tebal, yang meningkatkan risiko cedera serius.
Duel ini seharusnya berlangsung pada Juni 2024, tetapi harus ditunda setelah Tyson mengalami kolaps di pesawat dan batuk darah. Mantan juara dunia itu bahkan mengungkapkan bahwa dirinya hampir meninggal, kehilangan setengah dari darahnya, dan harus menjalani delapan transfusi darah. Namun, Tyson tetap bersikeras naik ring di usia hampir 60 tahun.
Setelah pertarungan, Tyson mengaku tetap bangga. "Saya hampir mati pada Juni lalu, tetapi saya bangkit dan bertarung. Bisa menyelesaikan 8 ronde melawan petarung berbakat yang setengah usia saya, di hadapan stadion yang penuh, adalah pengalaman luar biasa," tulisnya di media sosial.
Lihat Juga :