Kenang Pertarungan Terakhir Melawan Vasiliy Lomachenko, Kambosos Jr: Saya Merasa Terhormat!
Sabtu, 07 Juni 2025 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
"Saya merasa terhormat menjadi lawan terakhirnya. Membawanya ke Australia untuk pertarungan terakhirnya—pertarungan kejuaraan. Saya merinding mengingat betapa besarnya pertarungan itu, para penggemar, penonton—kami menghabiskan tiket di arena bersama-sama," imbuh Kambosos.
Keduanya sama-sama mengenakan Kristogram IC XC, simbol Yesus Kristus dalam bahasa Yunani, di perlengkapan mereka. "Ada momen yang menyenangkan [yang kami bagi] ketika kami melakukan sesi sarung tinju di balik layar, setelah penimbangan," kenang Kambosos. "Kami masuk, saling memandang, dan kami saling menatap lagi."
"Saya suka logo Anda," kata Kambosos, memecah keheningan. Lomachenko membalas, "Saya suka logo Anda. Kita berdua mewakili iman kita."
Percakapan berlanjut tentang rencana bertemu di Gunung Athos, sebuah pusat penting bagi monastisisme Ortodoks Timur di Yunani. "Apakah Anda pernah ke Gunung Athos?" tanya Lomachenko kepada Kambosos.
Kambosos, yang sibuk dengan tiga anak dan karier bertarung, belum sempat berkunjung. "Anda harus datang," ajak Lomachenko.
Kini dengan pensiunnya Lomachenko, Kambosos menatap masa depan kariernya sendiri, namun tetap memegang janji. "Saya masih punya beberapa tahun yang bagus dalam diri saya," katanya. "Tetapi kami bisa mengalahkannya di puncak Gunung Athos. Tentu saja, kami bertarung keesokan harinya, tetapi itu adalah momen yang menyenangkan. Mudah-mudahan saya bisa bertemu dengannya di sana seperti yang kita bicarakan."
Lebih dari Sekadar Lawan: Ikatan Spiritual di Balik Layar
Yang menarik, di balik rivalitas sengit di atas ring, terungkap adanya ikatan spiritual antara kedua petinju. Kambosos menceritakan momen berkesan setelah sesi timbang badan, sehari sebelum pertarungan.Keduanya sama-sama mengenakan Kristogram IC XC, simbol Yesus Kristus dalam bahasa Yunani, di perlengkapan mereka. "Ada momen yang menyenangkan [yang kami bagi] ketika kami melakukan sesi sarung tinju di balik layar, setelah penimbangan," kenang Kambosos. "Kami masuk, saling memandang, dan kami saling menatap lagi."
"Saya suka logo Anda," kata Kambosos, memecah keheningan. Lomachenko membalas, "Saya suka logo Anda. Kita berdua mewakili iman kita."
Percakapan berlanjut tentang rencana bertemu di Gunung Athos, sebuah pusat penting bagi monastisisme Ortodoks Timur di Yunani. "Apakah Anda pernah ke Gunung Athos?" tanya Lomachenko kepada Kambosos.
Kambosos, yang sibuk dengan tiga anak dan karier bertarung, belum sempat berkunjung. "Anda harus datang," ajak Lomachenko.
Kini dengan pensiunnya Lomachenko, Kambosos menatap masa depan kariernya sendiri, namun tetap memegang janji. "Saya masih punya beberapa tahun yang bagus dalam diri saya," katanya. "Tetapi kami bisa mengalahkannya di puncak Gunung Athos. Tentu saja, kami bertarung keesokan harinya, tetapi itu adalah momen yang menyenangkan. Mudah-mudahan saya bisa bertemu dengannya di sana seperti yang kita bicarakan."
(yov)
Lihat Juga :