Mengenal Pacu Jalur, Olahraga Tradisional Riau yang Mendunia
Rabu, 09 Juli 2025 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Satu perahu pacu jalur bisa mencapai panjang puluhan meter dan ditumpangi 50–60 pendayung. Mereka dibantu oleh sejumlah figur penting: tukang pinggang sebagai juru mudi, tukang concang yang memberi aba-aba, serta sang bintang utama: anak coki—penari cilik di ujung perahu yang menari saat perahunya memimpin lomba.
Salah satu anak coki yang viral adalah Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun dari Kuantan Singingi. Gaya menarinya yang atraktif membuatnya dikenal luas, bahkan menjadi inspirasi selebrasi sejumlah atlet dunia. Klub sepak bola Paris Saint-Germain (PSG) mengunggah gaya selebrasi Bradley Barcola dengan sentuhan pacu jalur, diikuti atlet NFL Travis Kelce hingga pembalap F1 Fernando Alonso.
Viralitas pacu jalur membuka peluang besar bagi pariwisata budaya Indonesia. China telah lebih dahulu menjadikan balap perahu tradisionalnya, Dragon Boat Festival, sebagai hari libur nasional dan destinasi wisata andalan. Indonesia pun bisa mengarah ke sana—dengan pacu jalur sebagai ikon budaya air dari Riau.
Namun, agar tak sekadar viral sesaat, pemerintah dan pemangku kepentingan harus segera bertindak. Infrastruktur menuju lokasi perlu dibenahi, fasilitas penonton dan atlet ditingkatkan, kebersihan dijaga, serta promosi ditata secara profesional. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri kreatif sangat dibutuhkan.
Festival pacu jalur bukan hanya tontonan. Ia bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah, ajang pelestarian budaya, dan etalase warisan Indonesia ke dunia. Tapi semua itu hanya bisa terwujud jika dikelola secara berkelanjutan dan bebas dari politisasi.
Jika dikelola dengan serius, bukan tidak mungkin suatu hari nanti pacu jalur akan disaksikan di level internasional, bahkan dijadikan ajang olahraga air resmi seperti rowing atau dragon boat. Indonesia punya potensi, tinggal bagaimana merawatnya.
Salah satu anak coki yang viral adalah Rayyan Arkan Dikha, bocah 11 tahun dari Kuantan Singingi. Gaya menarinya yang atraktif membuatnya dikenal luas, bahkan menjadi inspirasi selebrasi sejumlah atlet dunia. Klub sepak bola Paris Saint-Germain (PSG) mengunggah gaya selebrasi Bradley Barcola dengan sentuhan pacu jalur, diikuti atlet NFL Travis Kelce hingga pembalap F1 Fernando Alonso.
Viralitas pacu jalur membuka peluang besar bagi pariwisata budaya Indonesia. China telah lebih dahulu menjadikan balap perahu tradisionalnya, Dragon Boat Festival, sebagai hari libur nasional dan destinasi wisata andalan. Indonesia pun bisa mengarah ke sana—dengan pacu jalur sebagai ikon budaya air dari Riau.
Namun, agar tak sekadar viral sesaat, pemerintah dan pemangku kepentingan harus segera bertindak. Infrastruktur menuju lokasi perlu dibenahi, fasilitas penonton dan atlet ditingkatkan, kebersihan dijaga, serta promosi ditata secara profesional. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku industri kreatif sangat dibutuhkan.
Festival pacu jalur bukan hanya tontonan. Ia bisa menjadi kekuatan ekonomi daerah, ajang pelestarian budaya, dan etalase warisan Indonesia ke dunia. Tapi semua itu hanya bisa terwujud jika dikelola secara berkelanjutan dan bebas dari politisasi.
Jika dikelola dengan serius, bukan tidak mungkin suatu hari nanti pacu jalur akan disaksikan di level internasional, bahkan dijadikan ajang olahraga air resmi seperti rowing atau dragon boat. Indonesia punya potensi, tinggal bagaimana merawatnya.
(sto)
Lihat Juga :