Dwight Muhammad Qawi, Eks Juara 2 Divisi Meninggal di Usia 72
Senin, 28 Juli 2025 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Qawi berhasil mempertahankan gelarnya tiga kali sebelum kalah dalam pertarungan unifikasi melawan pemegang gelar WBA, Michael Spinks, pada Maret 1983. Saat naik ke kelas penjelajah, ia mengalahkan Piet Crouse dari Afrika Selatan untuk memenangkan gelar kelas penjelajah WBA pada Juli 1985.
Setahun kemudian, ia kehilangan gelar tersebut melalui keputusan mutlak dari Evander Holyfield dalam salah satu pertarungan gelar terhebat dalam sejarah kelas penjelajah. Qawi tidak menjadi juara dunia lagi, meskipun ia menantangnya dua kali lagi.
Baca Juga: 12 Raja Tinju Terbaik Sepanjang Masa yang Belum Dinobatkan
Pertandingan ulang dengan Holyfield tidak berjalan mulus, Qawi kalah dalam ronde keempat. Namun, ia memaksa Robert Daniels untuk bertarung dalam keputusan mutlak dalam perebutan sabuk WBA yang kosong pada November 1989.
Meskipun bertubuh kecil, Qawi juga sempat berlaga di kelas berat, terutama dengan kemenangan angka mutlak atas Everett Martin, tetapi dihentikan George Foreman dalam ronde ketujuh.
Ia pensiun pada tahun 1999 di usia 46 tahun, dengan rekor karier 41-11-1 (25 KO). Ia dilantik ke dalam International Boxing Hall of Fame pada tahun 2004. Setelah pensiun, ia melatih para petinju dan bekerja sebagai advokat pemuda serta konselor narkoba dan alkohol.“Dia berjuang habis-habisan,” kata King tentang kakaknya, “sampai akhir.”
Setahun kemudian, ia kehilangan gelar tersebut melalui keputusan mutlak dari Evander Holyfield dalam salah satu pertarungan gelar terhebat dalam sejarah kelas penjelajah. Qawi tidak menjadi juara dunia lagi, meskipun ia menantangnya dua kali lagi.
Baca Juga: 12 Raja Tinju Terbaik Sepanjang Masa yang Belum Dinobatkan
Pertandingan ulang dengan Holyfield tidak berjalan mulus, Qawi kalah dalam ronde keempat. Namun, ia memaksa Robert Daniels untuk bertarung dalam keputusan mutlak dalam perebutan sabuk WBA yang kosong pada November 1989.
Meskipun bertubuh kecil, Qawi juga sempat berlaga di kelas berat, terutama dengan kemenangan angka mutlak atas Everett Martin, tetapi dihentikan George Foreman dalam ronde ketujuh.
Ia pensiun pada tahun 1999 di usia 46 tahun, dengan rekor karier 41-11-1 (25 KO). Ia dilantik ke dalam International Boxing Hall of Fame pada tahun 2004. Setelah pensiun, ia melatih para petinju dan bekerja sebagai advokat pemuda serta konselor narkoba dan alkohol.“Dia berjuang habis-habisan,” kata King tentang kakaknya, “sampai akhir.”
(aww)
Lihat Juga :