World Boxing Wajibkan Petinju Putri Tes Kelamin di Kejuaraan Dunia Tinju 2025
Kamis, 21 Agustus 2025 - 11:01 WIB
loading...
A
A
A
Namun, World Boxing juga membuka opsi analisis lanjutan bagi atlet dengan kromosom Y yang tetap ingin berkompetisi di kategori putri. Prosedur tambahan tersebut mencakup: pemeriksaan genetik lanjutan, profil hormonal,
pemeriksaan anatomi, evaluasi endokrin oleh spesialis medis. Jika tidak puas dengan hasilnya, atlet diperbolehkan mengajukan banding. Federasi nasional masing-masing negara bertanggung jawab mengatur pelaksanaan tes serta melaporkan hasilnya ke World Boxing.
Langkah World Boxing ini mengikuti jejak World Athletics, induk organisasi atletik dunia, yang pada tahun ini kembali memberlakukan tes kromosom untuk atlet putri. Atlet diwajibkan menjalani tes sekali seumur karier, dengan tenggat 1 September 2025 sebagai syarat tampil di kejuaraan dunia.
Tes kromosom sendiri pernah populer di Olimpiade abad ke-20, namun dihentikan pada 1990-an karena menimbulkan banyak polemik medis dan etika. Sebagian cabang olahraga kemudian beralih pada tes hormon untuk mengukur kadar testosteron.
Kebijakan ini menjadi penanda bahwa World Boxing, yang baru berdiri dua tahun lalu setelah pecah dari International Boxing Association (IBA), ingin tampil lebih tegas dan transparan. Organisasi ini kini sudah mendapat pengakuan sementara dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mengatur jalannya kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Dengan kebijakan baru ini, World Boxing berharap dapat menyeimbangkan antara inklusi, keselamatan, dan keadilan kompetisi di tengah kontroversi yang terus mengiringi olahraga putri.
pemeriksaan anatomi, evaluasi endokrin oleh spesialis medis. Jika tidak puas dengan hasilnya, atlet diperbolehkan mengajukan banding. Federasi nasional masing-masing negara bertanggung jawab mengatur pelaksanaan tes serta melaporkan hasilnya ke World Boxing.
Langkah World Boxing ini mengikuti jejak World Athletics, induk organisasi atletik dunia, yang pada tahun ini kembali memberlakukan tes kromosom untuk atlet putri. Atlet diwajibkan menjalani tes sekali seumur karier, dengan tenggat 1 September 2025 sebagai syarat tampil di kejuaraan dunia.
Tes kromosom sendiri pernah populer di Olimpiade abad ke-20, namun dihentikan pada 1990-an karena menimbulkan banyak polemik medis dan etika. Sebagian cabang olahraga kemudian beralih pada tes hormon untuk mengukur kadar testosteron.
Menuju Olimpiade 2028
Kebijakan ini menjadi penanda bahwa World Boxing, yang baru berdiri dua tahun lalu setelah pecah dari International Boxing Association (IBA), ingin tampil lebih tegas dan transparan. Organisasi ini kini sudah mendapat pengakuan sementara dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mengatur jalannya kualifikasi menuju Olimpiade Los Angeles 2028.
Dengan kebijakan baru ini, World Boxing berharap dapat menyeimbangkan antara inklusi, keselamatan, dan keadilan kompetisi di tengah kontroversi yang terus mengiringi olahraga putri.
(sto)
Lihat Juga :