Bobot Tubuh Penentu Kemenangan Saul Canelo Alvarez vs Terence Crawford
Rabu, 03 September 2025 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Mike Tyson menyebut Henry Armstrong yang menjadi juara di kelas 66,2 kilogram setelah naik dari kelas 56,2 kilogram.
"Henry Armstrong di kelas 56,2 kg, ia mengalahkan juara kelas 66,2 kg [Barney Ross]. Jadi, Anda tahu, Anda tidak pernah tahu. Apa pun bisa terjadi ketika dua orang berada di atas ring."
Baca Juga: 5 Kemenangan Terbaik Saul Canelo Alvarez dan Terence Crawford
Kemenangan Henry Armstrong atas Barney Ross mungkin merupakan contoh paling mengesankan dari seorang petarung yang naik beberapa divisi untuk menciptakan kejutan, tetapi itu bukan satu-satunya. Setelah mempertahankan gelar juara kelas berat ringan tak terbantahkan melawan Clinton Woods, Roy Jones Jr. membuat keputusan berani untuk naik dua kelas berat dan bertinju melawan John Ruiz untuk memperebutkan gelar juara kelas berat WBA pada tahun 2003.
Peraih medali perak Olimpiade itu memiliki berat (87,5 kg), kalah bobot (14,9 kg) dari lawannya yang bertubuh besar, tetapi pertaruhan itu membuahkan hasil. Jones Jr. mengalahkan Ruiz dalam 12 ronde dan mengangkat tangannya melalui keputusan mutlak untuk menjadi pemegang gelar juara di divisi glamor tinju.
Prestasi yang sama dicapai 18 tahun sebelumnya ketika juara kelas berat ringan tak terbantahkan Michael Spinks melengserkan Larry Holmes, raja kelas berat IBF dan linear yang telah lama berkuasa. Ini menandai kekalahan pertama Holmes sebagai petinju profesional setelah tujuh tahun berjaya sebagai juara dunia. Pencapaian ini semakin mengesankan, Spinks berhasil menambah berat badan sebanyak 11 kg hanya dalam dua bulan. Di sisi lain, Crawford telah beradaptasi dengan berat badan barunya selama lebih dari setengah tahun.
"Henry Armstrong di kelas 56,2 kg, ia mengalahkan juara kelas 66,2 kg [Barney Ross]. Jadi, Anda tahu, Anda tidak pernah tahu. Apa pun bisa terjadi ketika dua orang berada di atas ring."
Baca Juga: 5 Kemenangan Terbaik Saul Canelo Alvarez dan Terence Crawford
Kemenangan Henry Armstrong atas Barney Ross mungkin merupakan contoh paling mengesankan dari seorang petarung yang naik beberapa divisi untuk menciptakan kejutan, tetapi itu bukan satu-satunya. Setelah mempertahankan gelar juara kelas berat ringan tak terbantahkan melawan Clinton Woods, Roy Jones Jr. membuat keputusan berani untuk naik dua kelas berat dan bertinju melawan John Ruiz untuk memperebutkan gelar juara kelas berat WBA pada tahun 2003.
Peraih medali perak Olimpiade itu memiliki berat (87,5 kg), kalah bobot (14,9 kg) dari lawannya yang bertubuh besar, tetapi pertaruhan itu membuahkan hasil. Jones Jr. mengalahkan Ruiz dalam 12 ronde dan mengangkat tangannya melalui keputusan mutlak untuk menjadi pemegang gelar juara di divisi glamor tinju.
Prestasi yang sama dicapai 18 tahun sebelumnya ketika juara kelas berat ringan tak terbantahkan Michael Spinks melengserkan Larry Holmes, raja kelas berat IBF dan linear yang telah lama berkuasa. Ini menandai kekalahan pertama Holmes sebagai petinju profesional setelah tujuh tahun berjaya sebagai juara dunia. Pencapaian ini semakin mengesankan, Spinks berhasil menambah berat badan sebanyak 11 kg hanya dalam dua bulan. Di sisi lain, Crawford telah beradaptasi dengan berat badan barunya selama lebih dari setengah tahun.
(aww)
Lihat Juga :