Pertarungan Canelo vs Crawford Kalahkan Khabib vs McGregor
Senin, 22 September 2025 - 11:30 WIB
loading...
Jon Anik menilai pertarungan tinju kelas menengah super tak terbantahkan antara Canelo vs Crawford berhasil melampaui euforia yang pernah ia rasakan saat menyaksikan duel Nurmagomedov kontra McGregor / Foto: The Athletic
A
A
A
JAKARTA - Komentator ternama olahraga tarung, Jon Anik, baru-baru ini membuat pernyataan mengejutkan. Ia menilai pertarungan tinju kelas menengah super tak terbantahkan antara Canelo Alvarez vs Terence Crawford berhasil melampaui euforia yang pernah ia rasakan saat menyaksikan laga dendam antara Khabib Nurmagomedov kontra Conor McGregor.
Laga bersejarah itu yang digelar di Allegiant Stadium, Las Vegas, pada Sabtu (13/9/2025), menjadi panggung bagi Crawford untuk mencetak sejarah. Ia berhasil mengalahkan Canelo dalam 12 ronde, menjadikannya petinju pria pertama yang memegang gelar juara tak terbantahkan di tiga divisi berat berbeda pada era empat sabuk.
Pertandingan yang dipromotori Dana White ini juga menghadirkan Anik sebagai komentator bersama Max Kellerman dan Andre Ward. Pengalaman berada di tengah puluhan ribu penonton di dalam stadion membuat Anik menempatkan laga tersebut di posisi teratas dalam daftar momen paling berkesan sepanjang kariernya.
Baca Juga: Perbandingan Terence Crawford vs Floyd Mayweather, Siapa Lebih Baik?
"Rasanya seperti acara olahraga langsung terbesar yang pernah saya ikuti, dengan pertarungan Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov tepat di bawahnya," ujar Anik kepada rekannya di UFC, Bruce Buffer dikutip dari Bloody Elbow, Senin (22/9/2025).
"Satu-satunya alasan saya mengatakan itu adalah karena, seperti yang Buffer katakan, dengan 70.000 penonton, sulit untuk menyamainya."
Selama kariernya di UFC, Anik menganggap pengalaman mengomentari Khabib mengalahkan McGregor pada tahun 2018 adalah yang paling monumental. Namun, sensasi menyaksikan dua petarung pound-for-pound terbaik dunia beradu di hadapan lebih dari 70.000 pasang mata membuat pandangannya berubah.
Baca Juga: Pertarungan Akbar Saul Canelo Alvarez Guncang Stadion Wembley Tahun 2026
Laga Canelo vs Crawford menandai kembalinya Anik ke dunia tinju secara konsisten setelah lebih dari dua dekade fokus pada UFC. Sebelum pertandingan, ia sempat mengungkapkan perbedaan antara kedua jenis olahraga tarung ini, terutama dalam hal persiapan.
Menurut Anik, persiapan untuk mengomentari pertandingan tinju jauh lebih memakan waktu. "Menarik. Ketika Anda duduk untuk menonton rekaman, banyak pertarungan (dalam tinju) membutuhkan waktu satu jam untuk dicerna," jelas Anik kepada The Schmo.
"Tidak banyak penyelesaian. Jadi, studi rekamannya memang lebih lama. Tantangan terbesar dari persiapan ini adalah pertarungan 36 menit membutuhkan waktu satu jam untuk dicerna dibandingkan dengan KO ronde pertama (di UFC)," imbuhnya.
Laga bersejarah itu yang digelar di Allegiant Stadium, Las Vegas, pada Sabtu (13/9/2025), menjadi panggung bagi Crawford untuk mencetak sejarah. Ia berhasil mengalahkan Canelo dalam 12 ronde, menjadikannya petinju pria pertama yang memegang gelar juara tak terbantahkan di tiga divisi berat berbeda pada era empat sabuk.
Pertandingan yang dipromotori Dana White ini juga menghadirkan Anik sebagai komentator bersama Max Kellerman dan Andre Ward. Pengalaman berada di tengah puluhan ribu penonton di dalam stadion membuat Anik menempatkan laga tersebut di posisi teratas dalam daftar momen paling berkesan sepanjang kariernya.
Baca Juga: Perbandingan Terence Crawford vs Floyd Mayweather, Siapa Lebih Baik?
"Rasanya seperti acara olahraga langsung terbesar yang pernah saya ikuti, dengan pertarungan Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov tepat di bawahnya," ujar Anik kepada rekannya di UFC, Bruce Buffer dikutip dari Bloody Elbow, Senin (22/9/2025).
"Satu-satunya alasan saya mengatakan itu adalah karena, seperti yang Buffer katakan, dengan 70.000 penonton, sulit untuk menyamainya."
Selama kariernya di UFC, Anik menganggap pengalaman mengomentari Khabib mengalahkan McGregor pada tahun 2018 adalah yang paling monumental. Namun, sensasi menyaksikan dua petarung pound-for-pound terbaik dunia beradu di hadapan lebih dari 70.000 pasang mata membuat pandangannya berubah.
Baca Juga: Pertarungan Akbar Saul Canelo Alvarez Guncang Stadion Wembley Tahun 2026
Laga Canelo vs Crawford menandai kembalinya Anik ke dunia tinju secara konsisten setelah lebih dari dua dekade fokus pada UFC. Sebelum pertandingan, ia sempat mengungkapkan perbedaan antara kedua jenis olahraga tarung ini, terutama dalam hal persiapan.
Menurut Anik, persiapan untuk mengomentari pertandingan tinju jauh lebih memakan waktu. "Menarik. Ketika Anda duduk untuk menonton rekaman, banyak pertarungan (dalam tinju) membutuhkan waktu satu jam untuk dicerna," jelas Anik kepada The Schmo.
"Tidak banyak penyelesaian. Jadi, studi rekamannya memang lebih lama. Tantangan terbesar dari persiapan ini adalah pertarungan 36 menit membutuhkan waktu satu jam untuk dicerna dibandingkan dengan KO ronde pertama (di UFC)," imbuhnya.
(yov)
Lihat Juga :