MPBI Kritik Meet and Greet Raymond/Joaquin di Malam Sebelum Final
Rabu, 28 Januari 2026 - 16:24 WIB
loading...
A
A
A
Raymond dan Joaquin sendiri adalah pemain binaan PB Djarum.
Lebih lanjut, dia mendesak PBSI untuk lebih tegas dalam memegang kendali atas atlet-atlet pelatnas. Terutama mereka yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama bangsa. Baginya, kedaulatan federasi atas jadwal atlet harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan komersial sesaat atau eksposur klub.
Joaquin/Raymond sendiri sejatinya berpeluang besar meraih gelar Super 500 kedua mereka. Apalagi dalam pertemuan sebelumnya di semifinal Australian Open 2025 Joaquin/Raymond bermain sangat baik dan berhasil mengalahkan Goh/Izzuddin dalam dua game langsung 21-19 dan 21-13.
Namun, hilangnya fokus akibat manajemen waktu yang buruk membuat peluang emas tersebut melayang. "Semoga ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kita tidak boleh mengorbankan prestasi besar demi acara-acara seremonial di tengah turnamen yang masih berlangsung," kritik Kurniadi.
Kekalahan ini menjadi sinyal kuat bagi manajemen tim nasional bahwa menjaga kondisi fisik dan mental atlet di turnamen kandang jauh lebih menantang. Terutama dalam membendung godaan euforia di luar lapangan
Lebih lanjut, dia mendesak PBSI untuk lebih tegas dalam memegang kendali atas atlet-atlet pelatnas. Terutama mereka yang memiliki potensi besar untuk mengharumkan nama bangsa. Baginya, kedaulatan federasi atas jadwal atlet harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan komersial sesaat atau eksposur klub.
Joaquin/Raymond sendiri sejatinya berpeluang besar meraih gelar Super 500 kedua mereka. Apalagi dalam pertemuan sebelumnya di semifinal Australian Open 2025 Joaquin/Raymond bermain sangat baik dan berhasil mengalahkan Goh/Izzuddin dalam dua game langsung 21-19 dan 21-13.
Namun, hilangnya fokus akibat manajemen waktu yang buruk membuat peluang emas tersebut melayang. "Semoga ke depan hal seperti ini tidak terjadi lagi. Kita tidak boleh mengorbankan prestasi besar demi acara-acara seremonial di tengah turnamen yang masih berlangsung," kritik Kurniadi.
Kekalahan ini menjadi sinyal kuat bagi manajemen tim nasional bahwa menjaga kondisi fisik dan mental atlet di turnamen kandang jauh lebih menantang. Terutama dalam membendung godaan euforia di luar lapangan
(sto)
Lihat Juga :