Kecewa, Atlet Pasuruan Demo Injak Plakat Buntut Bonus Porprov IX Tidak Sesuai Janji
Jum'at, 27 Februari 2026 - 10:45 WIB
loading...
A
A
A
Tak hanya soal bonus, persoalan dukungan anggaran juga disorot. Sejumlah atlet disebut gagal berangkat ke ajang tersebut karena keterbatasan dana dari pemerintah daerah.
Sebagai perbandingan, pada Porprov Jatim 2023, peraih emas mendapat Rp30 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp10 juta. Sementara pada edisi 2025, bonus turun menjadi Rp10 juta untuk emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu. Total anggaran reward yang digelontorkan mencapai Rp301.250.000, mencakup atlet dan pelatih dengan skema berbeda untuk nomor individu dan beregu.
Kontingen Kota Pasuruan sendiri mengirimkan 217 atlet dan 42 pelatih yang bertanding di 36 cabang olahraga dalam ajang yang berlangsung di Malang Raya dan Kota Batu.
Menanggapi polemik tersebut, Adi Wibowo menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet dan pelatih. Ia menegaskan bahwa penghargaan tetap diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka, meskipun belum memenuhi harapan.
Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama. Pada tahun 2026, terjadi penurunan signifikan pada transfer dana dari pemerintah pusat yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk olahraga. Beberapa program pembangunan bahkan harus ditunda karena ruang fiskal yang terbatas.
Sebagai perbandingan, pada Porprov Jatim 2023, peraih emas mendapat Rp30 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp10 juta. Sementara pada edisi 2025, bonus turun menjadi Rp10 juta untuk emas, Rp7,5 juta untuk perak, dan Rp5 juta untuk perunggu. Total anggaran reward yang digelontorkan mencapai Rp301.250.000, mencakup atlet dan pelatih dengan skema berbeda untuk nomor individu dan beregu.
Kontingen Kota Pasuruan sendiri mengirimkan 217 atlet dan 42 pelatih yang bertanding di 36 cabang olahraga dalam ajang yang berlangsung di Malang Raya dan Kota Batu.
Menanggapi polemik tersebut, Adi Wibowo menyampaikan permohonan maaf kepada para atlet dan pelatih. Ia menegaskan bahwa penghargaan tetap diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka, meskipun belum memenuhi harapan.
Ia juga menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi faktor utama. Pada tahun 2026, terjadi penurunan signifikan pada transfer dana dari pemerintah pusat yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk olahraga. Beberapa program pembangunan bahkan harus ditunda karena ruang fiskal yang terbatas.
(sto)
Lihat Juga :