Atletik Indonesia Bersinar di Filipina, Emilia Nova Sumbang Emas dan 2 Perak untuk Merah Putih
Senin, 15 Juni 2026 - 19:59 WIB
loading...
A
A
A
Pencapaian di Filipina sekaligus melengkapi rentetan hasil positif skuad Merah Putih dalam tur kompetisi Asia yang telah dijalani sejak Mei lalu, khususnya pada nomor lompat galah. Sebelumnya, atlet lompat galah putri andalan Indonesia, Diva Renatta Jayadi, sukses meraih medali perak pada edisi perdana 1st Asian Jumps Championships 2026 yang digelar di Changshou Sports Center, Chongqing, China, pada 18–19 Mei 2026. Di level elite Asia tersebut, Diva membukukan lompatan setinggi 4,35 meter.
Konsistensi penampilannya berlanjut saat kembali naik podium, kali ini dengan meraih medali perunggu pada ajang Busan International Pole Vault Meeting 2026 di Korea Selatan melalui lompatan setinggi 4,20 meter. Pada kejuaraan yang sama, pelompat galah putra Indonesia, Idan Fauzan Richsan, juga memperoleh pengalaman berharga di tengah ketatnya persaingan internasional. Ia menuntaskan kompetisi di posisi ketujuh dengan catatan lompatan setinggi 5,20 meter.
Menutup rangkaian tur Asia tersebut, Luhut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program pengiriman atlet ke berbagai kompetisi internasional. "Seluruh rangkaian tur Asia, dari China, Korea Selatan, hingga puncaknya di Filipina ini, dapat terealisasi dengan baik berkat dukungan Kemenpora RI dan kemitraan strategis bersama MIND ID. Sinergi inilah yang memberi kami ruang untuk terus mengakselerasi jam terbang para atlet, memastikan mentalitas dan daya saing mereka di panggung internasional tetap tajam dan terjaga," pungkasnya.
Konsistensi penampilannya berlanjut saat kembali naik podium, kali ini dengan meraih medali perunggu pada ajang Busan International Pole Vault Meeting 2026 di Korea Selatan melalui lompatan setinggi 4,20 meter. Pada kejuaraan yang sama, pelompat galah putra Indonesia, Idan Fauzan Richsan, juga memperoleh pengalaman berharga di tengah ketatnya persaingan internasional. Ia menuntaskan kompetisi di posisi ketujuh dengan catatan lompatan setinggi 5,20 meter.
Menutup rangkaian tur Asia tersebut, Luhut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program pengiriman atlet ke berbagai kompetisi internasional. "Seluruh rangkaian tur Asia, dari China, Korea Selatan, hingga puncaknya di Filipina ini, dapat terealisasi dengan baik berkat dukungan Kemenpora RI dan kemitraan strategis bersama MIND ID. Sinergi inilah yang memberi kami ruang untuk terus mengakselerasi jam terbang para atlet, memastikan mentalitas dan daya saing mereka di panggung internasional tetap tajam dan terjaga," pungkasnya.
(yov)
Lihat Juga :