Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
Selasa, 16 Juni 2026 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Menariknya, upaya tersebut lahir dari seseorang yang memiliki pengalaman panjang di lapangan. Wide Putra Ananda tidak hanya mengenal olahraga dari literatur akademik. Ia pernah menjadi asisten manajer Tim Nasional Sepak Bola U-19 dan menjabat Chef de Mission (CDM) Tim Nasional Indonesia pada Toulon Tournament 2017 di Marseille, Prancis. Turnamen tersebut dikenal sebagai salah satu kompetisi kelompok usia paling bergengsi di dunia.
Ia juga pernah terlibat dalam proses naturalisasi pemain sepak bola Ezra Walian. Selain itu, kiprahnya mencakup berbagai aktivitas pengembangan olahraga nasional. Pada tahun 2016, ia menjadi penggagas masuknya olahraga Kurash dari Uzbekistan ke Indonesia sekaligus mendirikan federasi yang kemudian berkembang menjadi PB FERKUSHI (Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia). Ia juga tercatat sebagai pelatih Tim Nasional Kurash Indonesia pada ajang Children of Asia di Yakutsk, Rusia.
Pengalaman tersebut semakin luas ketika dirinya terlibat dalam persiapan awal Asian Games 2018 Jakarta–Palembang, menjadi salah satu inisiator pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), serta memiliki pernah memiliki perusahaan Sports Event Promotor. Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PB FERKUSHI periode 2023–2027. Perpaduan antara pengalaman praktis dan aktivitas akademik itulah yang membuat kajiannya memiliki karakter berbeda. Apa yang ditulis dalam disertasi bukan sekadar telaah teoritis, melainkan secara partisipatif yang merefleksikan atas berbagai persoalan yang ditemui langsung dalam ekosistem olahraga nasional.
Kesibukan tersebut tidak menghentikannya untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Di tengah penyusunan disertasi, ia terpilih untuk mengikuti Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Lemhannas RI Angkatan LXVIII Tahun 2025 sebagai salah satu dari 102 putra-putri terbaik bangsa dan delapan peserta dari negara sahabat.
"Awalnya saya lumayan keteteran karena mulainya pendidikan saat sedang penelitian BAB I. Sementara di Lemhannas kami juga harus membuat TASKAP yang pada akhir pendidikan disidangkan. Namun, setelah berjalan satu bulan, alhamdulillah saya menemukan ritme yang pas untuk mengerjakan disertasi dan TASKAP sehingga saya dapat menjalankan sidang disertasi pertama pada Mei tahun lalu dan menyelesaikan pendidikan Lemhannas RI pada Agustus tahun lalu juga," tuturnya.
Produktivitas akademiknya tidak berhenti pada penyusunan disertasi. Selama menempuh pendidikan doktoral, ia aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan pengembangan hukum olahraga nasional. Salah satu kontribusi yang cukup penting adalah penerbitan buku Hukum Olahraga Indonesia: Build Nation Through Sports. Buku ini membahas pentingnya sistem hukum sebagai fondasi pembangunan olahraga nasional serta perlindungan terhadap seluruh pelaku olahraga. Melalui buku ini, pembahasan mengenai olahraga tidak hanya diletakkan dalam konteks prestasi, tetapi juga dalam perspektif tata kelola, kepastian hukum, organisasi olahraga, dan pembangunan nasional. Selain buku, ia juga memiliki jurnal yang dipublikasikan dengan judul “Legal Reconstruction of Indonesian Sports Law: A Framework for Legal Protection and Certainty for Professional Athletes”. Jurnal tersebut telah dimuat dalam jurnal ilmiah nasional yang terindeks SINTA 2.
Publikasi tersebut menjadi penting karena menunjukkan bahwa gagasan mengenai perlindungan atlet dan pembangunan Hukum Olahraga Indonesia tidak berhenti pada ruang sidang promosi doktor. Pemikiran tersebut mulai memasuki ruang akademik yang lebih luas melalui publikasi ilmiah yang dapat menjadi rujukan bagi penelitian berikutnya. Konsistensi dalam mengembangkan kajian hukum olahraga melalui disertasi, buku, jurnal, serta pengalaman organisasi membuat namanya semakin identik dengan lahirnya disiplin Hukum Olahraga Indonesia. Tidak sedikit kalangan yang menilai Wide Putra Ananda layak disebut sebagai “Bapak Hukum Olahraga Indonesia”. Penilaian tersebut muncul karena upayanya merumuskan fondasi akademik, konseptual, dan kelembagaan bagi pengembangan hukum olahraga sebagai cabang ilmu hukum yang berdiri sendiri di Indonesia.
Ia juga pernah terlibat dalam proses naturalisasi pemain sepak bola Ezra Walian. Selain itu, kiprahnya mencakup berbagai aktivitas pengembangan olahraga nasional. Pada tahun 2016, ia menjadi penggagas masuknya olahraga Kurash dari Uzbekistan ke Indonesia sekaligus mendirikan federasi yang kemudian berkembang menjadi PB FERKUSHI (Pengurus Besar Federasi Kurash Indonesia). Ia juga tercatat sebagai pelatih Tim Nasional Kurash Indonesia pada ajang Children of Asia di Yakutsk, Rusia.
Pengalaman tersebut semakin luas ketika dirinya terlibat dalam persiapan awal Asian Games 2018 Jakarta–Palembang, menjadi salah satu inisiator pembangunan Jakarta International Stadium (JIS), serta memiliki pernah memiliki perusahaan Sports Event Promotor. Saat ini ia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PB FERKUSHI periode 2023–2027. Perpaduan antara pengalaman praktis dan aktivitas akademik itulah yang membuat kajiannya memiliki karakter berbeda. Apa yang ditulis dalam disertasi bukan sekadar telaah teoritis, melainkan secara partisipatif yang merefleksikan atas berbagai persoalan yang ditemui langsung dalam ekosistem olahraga nasional.
Kesibukan tersebut tidak menghentikannya untuk terus meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Di tengah penyusunan disertasi, ia terpilih untuk mengikuti Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Lemhannas RI Angkatan LXVIII Tahun 2025 sebagai salah satu dari 102 putra-putri terbaik bangsa dan delapan peserta dari negara sahabat.
"Awalnya saya lumayan keteteran karena mulainya pendidikan saat sedang penelitian BAB I. Sementara di Lemhannas kami juga harus membuat TASKAP yang pada akhir pendidikan disidangkan. Namun, setelah berjalan satu bulan, alhamdulillah saya menemukan ritme yang pas untuk mengerjakan disertasi dan TASKAP sehingga saya dapat menjalankan sidang disertasi pertama pada Mei tahun lalu dan menyelesaikan pendidikan Lemhannas RI pada Agustus tahun lalu juga," tuturnya.
Produktivitas akademiknya tidak berhenti pada penyusunan disertasi. Selama menempuh pendidikan doktoral, ia aktif menghasilkan berbagai karya ilmiah yang berkaitan dengan pengembangan hukum olahraga nasional. Salah satu kontribusi yang cukup penting adalah penerbitan buku Hukum Olahraga Indonesia: Build Nation Through Sports. Buku ini membahas pentingnya sistem hukum sebagai fondasi pembangunan olahraga nasional serta perlindungan terhadap seluruh pelaku olahraga. Melalui buku ini, pembahasan mengenai olahraga tidak hanya diletakkan dalam konteks prestasi, tetapi juga dalam perspektif tata kelola, kepastian hukum, organisasi olahraga, dan pembangunan nasional. Selain buku, ia juga memiliki jurnal yang dipublikasikan dengan judul “Legal Reconstruction of Indonesian Sports Law: A Framework for Legal Protection and Certainty for Professional Athletes”. Jurnal tersebut telah dimuat dalam jurnal ilmiah nasional yang terindeks SINTA 2.
Publikasi tersebut menjadi penting karena menunjukkan bahwa gagasan mengenai perlindungan atlet dan pembangunan Hukum Olahraga Indonesia tidak berhenti pada ruang sidang promosi doktor. Pemikiran tersebut mulai memasuki ruang akademik yang lebih luas melalui publikasi ilmiah yang dapat menjadi rujukan bagi penelitian berikutnya. Konsistensi dalam mengembangkan kajian hukum olahraga melalui disertasi, buku, jurnal, serta pengalaman organisasi membuat namanya semakin identik dengan lahirnya disiplin Hukum Olahraga Indonesia. Tidak sedikit kalangan yang menilai Wide Putra Ananda layak disebut sebagai “Bapak Hukum Olahraga Indonesia”. Penilaian tersebut muncul karena upayanya merumuskan fondasi akademik, konseptual, dan kelembagaan bagi pengembangan hukum olahraga sebagai cabang ilmu hukum yang berdiri sendiri di Indonesia.
Lihat Juga :