3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus
Minggu, 21 Juni 2026 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
"Sepak bola putri sekarang semakin berkembang dan semakin banyak yang ikut bermain. Menurut aku setiap tingkatan punya tantangan sendiri. Saat di MLSC kita mendalami teknik dasar, sedangkan di HYDROPLUS Soccer League permainan menjadi lebih kompleks. Aku harus terus bekerja keras dan pantang menyerah karena ingin menjadi pesepakbola profesional," ujar Queisha.
Hal serupa dirasakan Sabrina Dwi Ristiyana dari SDN Jambean 02 Pati. Peraih gelar Best Player KU 12 MLSC Kudus Seri 2 2025-2026 itu bersyukur memiliki kesempatan berkembang melalui kompetisi yang berjenjang.
"Alhamdulillah terpilih untuk tim MLSC All-Stars Kudus karena persaingannya sangat ketat. Kini aku punya banyak pengalaman bertanding. Rasanya tertantang karena setelah level SD ada HYDROPLUS Soccer League. Aku juga tidak sabar menonton Srikandi Merdeka Cup untuk belajar bagaimana bermain di level timnas. Aku akan mengajak seluruh keluargaku menonton," ucap Bina.
Sementara itu, Ghaitsa Luffi Arachman, siswi kelas 5 SD Unggulan Muslimat NU Kudus, mengaku semakin termotivasi karena kini sepak bola putri memiliki jalur kompetisi yang jelas. Penyerang MLSC All-Stars Kudus tersebut telah mengikuti MLSC sejak kategori U-10 pada 2024 dan kini berkompetisi di level U-15.
"Senang sekali sekarang kami yang suka sepak bola sudah punya wadah turnamen sehingga memiliki target yang jelas. Saat SD bermain di MLSC, lalu setelahnya bisa melanjutkan ke HYDROPLUS Soccer League. Kehadiran Srikandi Merdeka Cup di Kudus juga menjadi motivasi tambahan karena kami bisa menyaksikan pertandingan internasional secara langsung. Siapa tahu suatu saat nanti saya juga bisa bermain bersama timnas Indonesia seperti kakak-kakak yang tampil di sana," kata Ghaitsa.
Hal serupa dirasakan Sabrina Dwi Ristiyana dari SDN Jambean 02 Pati. Peraih gelar Best Player KU 12 MLSC Kudus Seri 2 2025-2026 itu bersyukur memiliki kesempatan berkembang melalui kompetisi yang berjenjang.
"Alhamdulillah terpilih untuk tim MLSC All-Stars Kudus karena persaingannya sangat ketat. Kini aku punya banyak pengalaman bertanding. Rasanya tertantang karena setelah level SD ada HYDROPLUS Soccer League. Aku juga tidak sabar menonton Srikandi Merdeka Cup untuk belajar bagaimana bermain di level timnas. Aku akan mengajak seluruh keluargaku menonton," ucap Bina.
Sementara itu, Ghaitsa Luffi Arachman, siswi kelas 5 SD Unggulan Muslimat NU Kudus, mengaku semakin termotivasi karena kini sepak bola putri memiliki jalur kompetisi yang jelas. Penyerang MLSC All-Stars Kudus tersebut telah mengikuti MLSC sejak kategori U-10 pada 2024 dan kini berkompetisi di level U-15.
"Senang sekali sekarang kami yang suka sepak bola sudah punya wadah turnamen sehingga memiliki target yang jelas. Saat SD bermain di MLSC, lalu setelahnya bisa melanjutkan ke HYDROPLUS Soccer League. Kehadiran Srikandi Merdeka Cup di Kudus juga menjadi motivasi tambahan karena kami bisa menyaksikan pertandingan internasional secara langsung. Siapa tahu suatu saat nanti saya juga bisa bermain bersama timnas Indonesia seperti kakak-kakak yang tampil di sana," kata Ghaitsa.
(sto)
Lihat Juga :