3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus
Minggu, 21 Juni 2026 - 12:45 WIB
loading...
A
A
A
Juara dan runner-up masing-masing regional berhak tampil pada putaran nasional HYDROPLUS Soccer League All-Stars. Dari ajang inilah proses pembentukan talent pool tim nasional putri semakin dipertegas. Pemain-pemain terbaik akan dipantau untuk memperkuat dua tim Indonesia yang akan tampil di Srikandi Merdeka Cup menghadapi tim dari Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, Arab Saudi, dan Yordania.
"Proses pembinaan yang berkesinambungan ini memiliki benang merah yang kuat untuk semua kelompok umur, mulai dari 8 hingga 18 tahun. Wadah untuk berlatih, bermain, dan berkompetisi pun sudah terbentuk dalam ekosistem yang selama tiga tahun terakhir dibangun oleh Djarum Foundation. Muaranya adalah terbentuknya talent pool yang besar untuk memperkuat timnas. Salah satunya melalui Srikandi Merdeka Cup yang akan menjadi bagian dari persiapan skuad U-16 menuju Kualifikasi AFC Cup pada 5 Oktober mendatang," kata Teddy.
![3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus]()
Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, mengapresiasi langkah Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam mengembangkan sepak bola putri Indonesia. Menurutnya, program yang dimulai di Kudus sejak 2023 telah melahirkan banyak talenta baru sekaligus mendorong daerah tersebut menjadi destinasi sport tourism.
"Terima kasih kepada Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan tiga event besar berskala nasional dan internasional dengan Supersoccer Arena Kudus sebagai tuan rumah. Hal ini menjadi pemantik bagi Kudus untuk terus berbenah dan siap menerima kehadiran atlet-atlet berbakat dari berbagai kota maupun negara. Selain dikenal sebagai kota yang melahirkan atlet bulutangkis berprestasi, kami berharap Kudus juga semakin dikenal sebagai pusat pengembangan sepak bola putri Indonesia," tegas Bellinda.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Women's Soccer Trilogy juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM.
"Penyelenggaraan Women's Soccer Trilogy ini tentu memiliki dampak positif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya melalui UMKM. Selamat bertanding, kami akan menyambut dengan hangatnya keramahan dan indahnya budaya Kabupaten Kudus," imbuhnya.
![3 Turnamen Sepak Bola Putri Bertajuk Womens Soccer Trilogy 2026 Siap Digelar di Kudus]()
Kehadiran kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda di kawasan Muria Raya untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola profesional.
Queisha Sava Azzalfa dari SDUT Bumi Kartini Jepara merasakan langsung perkembangan sepak bola putri melalui MLSC hingga HYDROPLUS Soccer League. Penampilan apiknya mengantarkan Queisha memperkuat tim Indonesia pada ajang JSSL Singapore 7's 2025, serta meraih penghargaan Best Goalkeeper sebanyak empat kali di MilkLife Soccer Challenge.
"Proses pembinaan yang berkesinambungan ini memiliki benang merah yang kuat untuk semua kelompok umur, mulai dari 8 hingga 18 tahun. Wadah untuk berlatih, bermain, dan berkompetisi pun sudah terbentuk dalam ekosistem yang selama tiga tahun terakhir dibangun oleh Djarum Foundation. Muaranya adalah terbentuknya talent pool yang besar untuk memperkuat timnas. Salah satunya melalui Srikandi Merdeka Cup yang akan menjadi bagian dari persiapan skuad U-16 menuju Kualifikasi AFC Cup pada 5 Oktober mendatang," kata Teddy.
Kudus Menuju Destinasi Sport Tourism

Wakil Bupati Kudus, Bellinda Birton, mengapresiasi langkah Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam mengembangkan sepak bola putri Indonesia. Menurutnya, program yang dimulai di Kudus sejak 2023 telah melahirkan banyak talenta baru sekaligus mendorong daerah tersebut menjadi destinasi sport tourism.
"Terima kasih kepada Djarum Foundation yang telah menyelenggarakan tiga event besar berskala nasional dan internasional dengan Supersoccer Arena Kudus sebagai tuan rumah. Hal ini menjadi pemantik bagi Kudus untuk terus berbenah dan siap menerima kehadiran atlet-atlet berbakat dari berbagai kota maupun negara. Selain dikenal sebagai kota yang melahirkan atlet bulutangkis berprestasi, kami berharap Kudus juga semakin dikenal sebagai pusat pengembangan sepak bola putri Indonesia," tegas Bellinda.
Ia menambahkan, penyelenggaraan Women's Soccer Trilogy juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM.
"Penyelenggaraan Women's Soccer Trilogy ini tentu memiliki dampak positif dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya melalui UMKM. Selamat bertanding, kami akan menyambut dengan hangatnya keramahan dan indahnya budaya Kabupaten Kudus," imbuhnya.
Oase bagi Atlet Muda Muria Raya

Kehadiran kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan menjadi motivasi bagi atlet-atlet muda di kawasan Muria Raya untuk mengejar mimpi menjadi pesepakbola profesional.
Queisha Sava Azzalfa dari SDUT Bumi Kartini Jepara merasakan langsung perkembangan sepak bola putri melalui MLSC hingga HYDROPLUS Soccer League. Penampilan apiknya mengantarkan Queisha memperkuat tim Indonesia pada ajang JSSL Singapore 7's 2025, serta meraih penghargaan Best Goalkeeper sebanyak empat kali di MilkLife Soccer Challenge.
Lihat Juga :