Mo Salah dan Akhir Penantian 92 Tahun Mesir di Piala Dunia
Senin, 22 Juni 2026 - 10:48 WIB
loading...
Mohamed Salah kembali menjadi pusat perhatian setelah memimpin Mesir mencatat kemenangan bersejarah 3-1 atas Selandia Baru di Stadion BC Place, Vancouver, Senin (22/6/2026) WIB / Foto: NY Times
A
A
A
VANCOUVER - Mohamed Salah kembali menjadi pusat perhatian setelah memimpin Mesir mencatat kemenangan bersejarah 3-1 atas Selandia Baru pada laga kedua Grup G Piala Dunia 2026 di Stadion BC Place, Vancouver, Senin (22/6/2026) WIB. Sang kapten tampil dalam 85 menit dan menutup pertandingan dengan kontribusi satu gol serta satu assist yang menentukan.
Mesir sejatinya sempat berada dalam tekanan setelah Selandia Baru mengejutkan lewat gol Finn Surman pada menit ke-15. Keunggulan tersebut membuat The Pharaohs harus menutup babak pertama dengan ketertinggalan 0-1, di tengah kebuntuan serangan mereka yang sulit menembus pertahanan lawan.
Namun babak kedua menghadirkan cerita yang berbeda. Tim asuhan Hossam Hassan keluar dengan wajah baru: lebih agresif, lebih tajam, dan lebih percaya diri. Tekanan demi tekanan akhirnya mengubah arah pertandingan.
Baca Juga: Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Kebangkitan Mesir dimulai pada menit ke-58 ketika Mostafa Ziko menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui assist Mohamed Hany. Momentum itu menjadi titik balik yang menghidupkan kembali harapan ribuan pendukung Mesir.
Sembilan menit berselang, giliran Mohamed Salah yang mencatatkan namanya di papan skor. Golnya pada menit ke-67, berkat assist Mostafa Ziko, membawa Mesir berbalik unggul 2-1, sekaligus mengubah atmosfer pertandingan sepenuhnya.
Ketika Selandia Baru mencoba bangkit, Mesir justru semakin tak terbendung. Pada menit ke-82, Trezeguet memastikan kemenangan 3-1 lewat penyelesaian tenang setelah menerima umpan matang dari Salah.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Lebih dari sekadar tiga poin, laga ini menjadi momen bersejarah bagi Mesir. Gol Mo Salah sekaligus menjadi yang pertama baginya di Piala Dunia 2026, menandai babak baru dalam kiprah sang bintang di panggung terbesar sepak bola dunia.
Kemenangan ini juga memiliki makna lebih dalam. Mesir akhirnya mencatat kemenangan pertama mereka di Piala Dunia setelah penantian panjang selama 92 tahun. Sebuah penantian yang berakhir dengan cara paling dramatis, dipimpin oleh sang ikon, Mohamed Salah.
Mesir sejatinya sempat berada dalam tekanan setelah Selandia Baru mengejutkan lewat gol Finn Surman pada menit ke-15. Keunggulan tersebut membuat The Pharaohs harus menutup babak pertama dengan ketertinggalan 0-1, di tengah kebuntuan serangan mereka yang sulit menembus pertahanan lawan.
Namun babak kedua menghadirkan cerita yang berbeda. Tim asuhan Hossam Hassan keluar dengan wajah baru: lebih agresif, lebih tajam, dan lebih percaya diri. Tekanan demi tekanan akhirnya mengubah arah pertandingan.
Baca Juga: Mesir Comeback, Mo Salah Antar The Pharaohs Gulung Selandia Baru 3-1
Kebangkitan Mesir dimulai pada menit ke-58 ketika Mostafa Ziko menyamakan kedudukan menjadi 1-1 melalui assist Mohamed Hany. Momentum itu menjadi titik balik yang menghidupkan kembali harapan ribuan pendukung Mesir.
Sembilan menit berselang, giliran Mohamed Salah yang mencatatkan namanya di papan skor. Golnya pada menit ke-67, berkat assist Mostafa Ziko, membawa Mesir berbalik unggul 2-1, sekaligus mengubah atmosfer pertandingan sepenuhnya.
Ketika Selandia Baru mencoba bangkit, Mesir justru semakin tak terbendung. Pada menit ke-82, Trezeguet memastikan kemenangan 3-1 lewat penyelesaian tenang setelah menerima umpan matang dari Salah.
Baca Juga: Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Lebih dari sekadar tiga poin, laga ini menjadi momen bersejarah bagi Mesir. Gol Mo Salah sekaligus menjadi yang pertama baginya di Piala Dunia 2026, menandai babak baru dalam kiprah sang bintang di panggung terbesar sepak bola dunia.
Kemenangan ini juga memiliki makna lebih dalam. Mesir akhirnya mencatat kemenangan pertama mereka di Piala Dunia setelah penantian panjang selama 92 tahun. Sebuah penantian yang berakhir dengan cara paling dramatis, dipimpin oleh sang ikon, Mohamed Salah.
(yov)
Lihat Juga :