Keluwesan Pirlo Kejutkan Laga Pembuka Seri A Italia
Selasa, 22 September 2020 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Dengan keberadaan Alcantara, pelatih Juergen Klopp menilai, permainan Liverpool lebih mengalir terutama di sektor tengah. Klopp juga mengaku senang karena Liverpool menunjukkan kedewasaan sikap dan itu tercermin dari permainan di lapangan dengan mengalahkan Chelsea.
Sukses bertengger di peringkat keempat klasemen sementara Liga Primer dengan enam poin, The Reds kini bisa mengalihkan fokus untuk pertandingan babak ketiga Piala Liga melawan Lincoln City, Kamis (24/9).
“Chelsea adalah tim dominan tanpa gol, tapi kemudian mengubah permainan besar-besaran pada detik-detik terakhir yang bagus bagi kami. Kami harus beradaptasi dengan itu, dan kami melakukannya. Kami memutuskan untuk membawa Alcantara lebih awal karena saat itu 11 v 10 dan pemain seperti dia bisa mengatur ritme. Itu adalah awal yang sempurna untuknya dan para pemain membantunya secara besar-besaran,” ujar Klopp
Dari sisi Chelsea, kekalahan dari Liverpool membuat The Blues gagal melanjutkan konsistensi setelah menang 3-1 atas Brighton & Hove Albion, Selasa (15/9). Itu sekaligus menandakan bahwa pelatih Frank Lampard masih kesulitan mengoptimalkan skuad mahalnya.
Timo Werner dan Kai Havertz urung memberikan dampak signifikan. Namun, Lampard justru menganggap timnya hanya kurang beruntung karena sudah kehilangan bek Andreas Christensen yang dikartu merah pada menit ke-45+1 karena melanggar Mane. Selain itu, penjaga gawang Kepa Arrizabalaga melakukan kesalahan fatal yang berakibat gol kedua Liverpool. (Baca juga: Krisis Akibat Pandemi, McLaren Jual Kantor Pusat)
Lampard enggan meratapi kekalahan. Dia yakin Chelsea akan jauh lebih baik bila menampilkan starting line up terbaik. Terlebih tiga pemain anyar lainnya, yaitu Thiago Silva, Ben Chilwell, dan Hakim Ziyech belum diturunkan karena belum fit. Evaluasi harus segara dilakukan agar The Blues mampu bangkit saat menjamu Barnsley FC di babak ketiga Piala Liga, Rabu (23/9).
“Untuk peluang di babak pertama sangat seimbang. Tetapi, kartu merah Christensen mengubah wajah permainan, pembicaraan yang saya lakukan di babak pertama, dan itu memaksa saya melakukan perombakan. Setelah bermain dengan 10 orang, segalanya menjadi sulit,” kata Lampard. (Alimansyah)
Sukses bertengger di peringkat keempat klasemen sementara Liga Primer dengan enam poin, The Reds kini bisa mengalihkan fokus untuk pertandingan babak ketiga Piala Liga melawan Lincoln City, Kamis (24/9).
“Chelsea adalah tim dominan tanpa gol, tapi kemudian mengubah permainan besar-besaran pada detik-detik terakhir yang bagus bagi kami. Kami harus beradaptasi dengan itu, dan kami melakukannya. Kami memutuskan untuk membawa Alcantara lebih awal karena saat itu 11 v 10 dan pemain seperti dia bisa mengatur ritme. Itu adalah awal yang sempurna untuknya dan para pemain membantunya secara besar-besaran,” ujar Klopp
Dari sisi Chelsea, kekalahan dari Liverpool membuat The Blues gagal melanjutkan konsistensi setelah menang 3-1 atas Brighton & Hove Albion, Selasa (15/9). Itu sekaligus menandakan bahwa pelatih Frank Lampard masih kesulitan mengoptimalkan skuad mahalnya.
Timo Werner dan Kai Havertz urung memberikan dampak signifikan. Namun, Lampard justru menganggap timnya hanya kurang beruntung karena sudah kehilangan bek Andreas Christensen yang dikartu merah pada menit ke-45+1 karena melanggar Mane. Selain itu, penjaga gawang Kepa Arrizabalaga melakukan kesalahan fatal yang berakibat gol kedua Liverpool. (Baca juga: Krisis Akibat Pandemi, McLaren Jual Kantor Pusat)
Lampard enggan meratapi kekalahan. Dia yakin Chelsea akan jauh lebih baik bila menampilkan starting line up terbaik. Terlebih tiga pemain anyar lainnya, yaitu Thiago Silva, Ben Chilwell, dan Hakim Ziyech belum diturunkan karena belum fit. Evaluasi harus segara dilakukan agar The Blues mampu bangkit saat menjamu Barnsley FC di babak ketiga Piala Liga, Rabu (23/9).
“Untuk peluang di babak pertama sangat seimbang. Tetapi, kartu merah Christensen mengubah wajah permainan, pembicaraan yang saya lakukan di babak pertama, dan itu memaksa saya melakukan perombakan. Setelah bermain dengan 10 orang, segalanya menjadi sulit,” kata Lampard. (Alimansyah)
(ysw)
Lihat Juga :