Keluwesan Pirlo Kejutkan Laga Pembuka Seri A Italia

loading...
Keluwesan Pirlo Kejutkan Laga Pembuka Seri A Italia
Pelatih Juventus Andrea Pirlo. Foto/Juventus.com
TURIN - Keraguan terhadap kapasitas kepelatihannya tidak membuat Andrea Pirlo terganggu. Bos anyar Juventus tersebut justru mengejutkan publik dengan kepiawaiannya menyusun strategi tim pada laga pembuka Seri A.

Keberanian Pirlo menentukan starting line up dan mengutak-atik strategi permainan terlihat jelas saat La Vecchia Signora menekuk Sampdoria 3-0 di Allianz Stadium, Senin (21/9). Di susunan starting line up, pelatih berusia 41 tahun tersebut memberikan kejutan dengan menurunkan Gianluca Frabotta (21 tahun) serta dua rekrutan anyar Weston McKennie (22 tahun) dan Devan Kulusevski (20) di lini tengah bersama Aaron Ramsey, yang diberi lebih banyak kebebasan untuk berkeliaran mendukung Cristino Ronaldo (CR7) sebagai ujung tombak.

Pada pertandingan tersebut, Pirlo menerapkan pola 5-4-1, namun sangat dinamis. Saat memulai pertandingan, terdapat tiga bek di belakang, tetapi menjadi empat bek ketika Juve diserang. Hal itu membuat permainan mengalir dengan para pemain saling berganti peran di lapangan. (Baca: Inilah Nasib Orang yang Bakhil)

“Kami memiliki empat gelandang tengah yang menurut saya bermain lebih baik dengan dua pemain. Karena itu, kami mencoba menggunakan sistem itu, bertahan dengan empat pemain, kemudian dalam serangan kami bergerak tiga dengan tambahan dua gelandang,” ungkap Pirlo dilansir football-italia.net.



Hasilnya, Juve memberondong gawang Sampdoria lewat gol-gol Kulusevski (13), Leonardo Bonucci (78), dan Cristiano Ronaldo (88). Berdasarkan statistik, Juve terlihat mengungguli sang tamu. Mereka menguasai 66% bola (Sampdoria 34%), 20 tendangan (15 tendangan), dan 728 umpan (354 umpan) dengan 90 % umpan sukses.

Kemenangan perdana bersama Juve di pertandingan kompetitif jelas menjadi modal penting bagi Pirlo. Maklum, sejak ditunjuk sebagai suksesor Maurizio Sarri, dia dianggap belum memiliki kemampuan cukup untuk menangani klub sebesar Juve. Tetapi, Pirlo memilih fokus pada pekerjaannya. Mantan gelandang jangkar tim nasional Italia itu menilai masih banyak hal yang harus ditingkatkan, terutama kebugaran pemain Juve sempat menurun menjelang akhir pertandingan.

Dia menegaskan, tugasnya adalah menemukan keseimbangan yang tepat di dalam tim dan memaksimalkan seluruh potensi skuad. Pirlo menilai, sangat penting untuk berdialog dan berdiskusi dengan para pemain guna mengetahui apa yang mereka inginkan dan pikirkan. Karenanya, Pirlo mengindikasikan akan mengimplementasikan semua pengetahuannya ke dalam permainan Juve sehingga mampu melanjutkan tren positif di pertandingan-pertandingan selanjutnya.



“Ini akan membutuhkan waktu untuk mendapatkan berbagai cara bermain bersama. Saya tidak ingin hanya menyalin dan menempelkan ide siapa pun, saya punya ide sendiri, dan ingin beradaptasi dari tim yang menginspirasi saya,” kata Pirlo. (Baca juga: Penting Buat Orangtua, Kenali Gejala Kanker Pada Anak)
halaman ke-1 dari 3
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top