Antisipasi Balapan Basah di Le Mans
Rabu, 07 Oktober 2020 - 14:35 WIB
loading...
Pembalap Honda Marc Marquez memimpin balapan pada GP Prancis di Sirkuit Le Mans. Akhir pekan ini, Le Mans diprediksi akan menyajikan balapan basah. Foto/MotoGP.com
A
A
A
LE MANS - Pembalap MotoGP kemungkinan akan menjalani balapan basah pada Grand Prix (GP) Prancis di Sirkuit Le Mans, akhir pekan ini. Jika prediksi tersebut benar, ini akan menjadi yang pertama sejak terakhir di GP Valencia 2018.
Pada tahun ini, Moto GP memang penuh banyak kejutan. Mulai jadwal terganggu karena pandemi virus korona, hingga kehilangan sang juara bertahan Marc Marquez akibat cedera. Bahkan, ada enam pembalap berbeda yang meraih kemenangan di sepanjang musim ini. (Baca: Menghormati dan Memuliakan Tetangga)
Namun, kekuatan lainnya mungkin akan kembali terjadi di Le Mans. Pasalnya, prakiran cuaca menginformasikan bahwa sirkuit tersebut akan turun hujan. Dengan begitu, ini akan menjadi balapan basah pertama pada MotoGP 2020.
Apalagi, MotoGP belum memiliki balapan 'basah' resmi sejak Brno 2019. Ketika itu, balapan berlangsung dengan ban basah di lintasan kering. Sedangkan balapan terakhir MotoGP yang basah kuyup terjadi di Valencia pada 2018.
Bos Tim KTM Tech3 Herve Poncharal menyatakan tidak mempermasalahkan jika balapan harus berlangsung dengan trek basah. Namun, dia cukup khawatir timnya sulit mendapatkan hasil bagus di balapan seperti itu sebab mereka sama sekali belum teruji dengan lintasan basah.
“Sayangnya, saya memeriksa ramalan cuaca dan tampaknya sepanjang minggu akan turun hujan, ini yang saya khawatirkan. Sejauh ini, kami tidak memiliki balapan basah tahun ini, jadi suatu hari mungkin juga menarik untuk melihat bagaimana motor bekerja dalam kondisi ini,” kata Poncharal dilansir crash. (Baca juga: UU Ciptaker Buat Dunia Pendidikan Semakin Komersil)
Namun, dia memilih mengambil sisi positif. Menurut Poncharal, ini akan menjadi salah satu bagian tes motornya yang belum pernah menjalani balapan dengan kondisi seperti itu. Jadi, dia berharap timnya dapat memanfaatkan semua ban basah Michelin dan melihat kemampuan pembalapnya, Miguel Oliveira dan Iker Lecuona di balapan dengan kondisi trek basah.
Pada tahun ini, Moto GP memang penuh banyak kejutan. Mulai jadwal terganggu karena pandemi virus korona, hingga kehilangan sang juara bertahan Marc Marquez akibat cedera. Bahkan, ada enam pembalap berbeda yang meraih kemenangan di sepanjang musim ini. (Baca: Menghormati dan Memuliakan Tetangga)
Namun, kekuatan lainnya mungkin akan kembali terjadi di Le Mans. Pasalnya, prakiran cuaca menginformasikan bahwa sirkuit tersebut akan turun hujan. Dengan begitu, ini akan menjadi balapan basah pertama pada MotoGP 2020.
Apalagi, MotoGP belum memiliki balapan 'basah' resmi sejak Brno 2019. Ketika itu, balapan berlangsung dengan ban basah di lintasan kering. Sedangkan balapan terakhir MotoGP yang basah kuyup terjadi di Valencia pada 2018.
Bos Tim KTM Tech3 Herve Poncharal menyatakan tidak mempermasalahkan jika balapan harus berlangsung dengan trek basah. Namun, dia cukup khawatir timnya sulit mendapatkan hasil bagus di balapan seperti itu sebab mereka sama sekali belum teruji dengan lintasan basah.
“Sayangnya, saya memeriksa ramalan cuaca dan tampaknya sepanjang minggu akan turun hujan, ini yang saya khawatirkan. Sejauh ini, kami tidak memiliki balapan basah tahun ini, jadi suatu hari mungkin juga menarik untuk melihat bagaimana motor bekerja dalam kondisi ini,” kata Poncharal dilansir crash. (Baca juga: UU Ciptaker Buat Dunia Pendidikan Semakin Komersil)
Namun, dia memilih mengambil sisi positif. Menurut Poncharal, ini akan menjadi salah satu bagian tes motornya yang belum pernah menjalani balapan dengan kondisi seperti itu. Jadi, dia berharap timnya dapat memanfaatkan semua ban basah Michelin dan melihat kemampuan pembalapnya, Miguel Oliveira dan Iker Lecuona di balapan dengan kondisi trek basah.
Lihat Juga :