Pemerintah Gagas Pembangunan Laboratorium Doping Standar WADA
Kamis, 08 Oktober 2020 - 16:35 WIB
loading...
A
A
A
Ketua LADI Zaini Khadafi Saragih menyatakan, ketersediaan laboratorium doping memang menjadi hal yang sangat mendesak di tengah upaya peningkatan prestasi olahraga nasional. Menurut dia, selama ini jumlah laboratorium bersertifikasi WADA memang masih sangat terbatas.
Sejauh ini, untuk memfasilitasi pemeriksaan sampel atlet, hanya tersedia 30 laboratorium di seluruh dunia. Khusus di Asia Tenggara hanya ada dua, yakni di Bangkok, Thailand dan Penang, Malaysia. Untuk atlet Indonesia, mayoritas sampel dikirim ke laboratorium di India, Qatar, atau Bangkok. Karena itu, dia menyatakan mendukung rencana Kemenpora untuk membangun laboratorium doping di Tanah Air. (Baca juga: Berpikir Positif Enyahkan Covid-19)
“Jumlah laboratorium doping masih sangat terbatas. Di seluruh dunia hanya ada 30. Selama ini kita mengirim sampel ke India, Qatar, atau Bangkok, Thailand. Karena itu saya menyambut baik dan mendukung rencana Kemenpora membangun laboratorium doping,” ujar Zaini Khadafi Saragih yang turut hadir dalam virtual meeting.
Presiden WADA Witold Banka menyatakan, mengapresiasi rencana pemerintah Indonesia membangun laboratorium doping. Menurut dia, ini merupakan bagian dari program WADA untuk mengajak seluruh pihak bersinergi dalam mengampanyekan program antidoping. Menurut dia, WADA saat ini fokus mendorong sektor swasta dan publik untuk mengampanyekan program tersebut. (Baca juga: Buruh Blokir Pintu Tol di Tangerang Menolak UU Cipta Kerja)
“Salah satu ide utama WADA adalah mendorong lebih banyak keterlibatan sektor swasta dan publik untuk meningkatkan kampanye antidoping. Pengujian sampel harus lebih ditingkatkan. Saya sangat mengapresiasi komitmen dari pemerintah Indonesia,” kata dia kemarin. (Abriandi)
Sejauh ini, untuk memfasilitasi pemeriksaan sampel atlet, hanya tersedia 30 laboratorium di seluruh dunia. Khusus di Asia Tenggara hanya ada dua, yakni di Bangkok, Thailand dan Penang, Malaysia. Untuk atlet Indonesia, mayoritas sampel dikirim ke laboratorium di India, Qatar, atau Bangkok. Karena itu, dia menyatakan mendukung rencana Kemenpora untuk membangun laboratorium doping di Tanah Air. (Baca juga: Berpikir Positif Enyahkan Covid-19)
“Jumlah laboratorium doping masih sangat terbatas. Di seluruh dunia hanya ada 30. Selama ini kita mengirim sampel ke India, Qatar, atau Bangkok, Thailand. Karena itu saya menyambut baik dan mendukung rencana Kemenpora membangun laboratorium doping,” ujar Zaini Khadafi Saragih yang turut hadir dalam virtual meeting.
Presiden WADA Witold Banka menyatakan, mengapresiasi rencana pemerintah Indonesia membangun laboratorium doping. Menurut dia, ini merupakan bagian dari program WADA untuk mengajak seluruh pihak bersinergi dalam mengampanyekan program antidoping. Menurut dia, WADA saat ini fokus mendorong sektor swasta dan publik untuk mengampanyekan program tersebut. (Baca juga: Buruh Blokir Pintu Tol di Tangerang Menolak UU Cipta Kerja)
“Salah satu ide utama WADA adalah mendorong lebih banyak keterlibatan sektor swasta dan publik untuk meningkatkan kampanye antidoping. Pengujian sampel harus lebih ditingkatkan. Saya sangat mengapresiasi komitmen dari pemerintah Indonesia,” kata dia kemarin. (Abriandi)
(ysw)
Lihat Juga :