Kisah Martin Bakole Anak Raja Afrika Penakluk Anthony Joshua
Senin, 12 Oktober 2020 - 05:40 WIB
loading...
Kisah Martin Bakole Anak Raja Afrika Penakluk Anthony Joshua/Sky Sports
A
A
A
Kejatuhan Anthony Joshua direncanakan oleh Martin Bakole, sahabatnya dan pangeran Afrika yang menjadi pesaing Kelas Berat. Bakole menyedot perhatian ring tinju dunia setelah diketahui ia adalah anak seorang raja di Afrika.
Joshua yang menyandang raja tinju Kelas Berat adalah sahabat dan mitra sparing regular. Tapi, di balik persahabatan itu, Bakole menyusun rencana menjatuhkan dan merampas mahkota juara Joshua.
Sosok Bakole menjadi istimewa setelah terungkap jika ia adalah berdarah bangsawan. Namun, kecintaan Bakole terhadap tinju membuatnya rela meninggalkan status ningrat di Afrika untuk bertarung sebagai petinju.
Baca Juga: Dua Kali Dijatuhkan, Alexander Povetkin Tolak Akhiri Pertarungan
Bakole baru saja kembali dari Republik Demokratik Kongo di mana dia menjadi seorang ayah, menyambut pewaris lain dari garis keturunan bangsawan keluarganya. Sekarang, kembali ke pekerjaan sehari-hari di gym Skotlandia di mana dia akan terus mengejar Joshua. "Dia bisa mengalahkan Joshua dan Tyson Fury besok, tidak masalah," kata Billy Nelson, pelatih dan manajer yang menemukan Bakole empat tahun lalu dan membujuknya untuk tetap tinggal di pinggiran Airdrie, Skotlandia.
![Kisah Martin Bakole Anak Raja Afrika Penakluk Anthony Joshua]()
Reputasi Bakole sebagai petinju Kelas Berat yang harus diperhatikan adalah karena serangkaian KO yang eksplosif, peran regulernya melawan Joshua dan pernyataan berani Nelson. "Martin Bakole adalah kelas berat yang paling dihindari di dunia,"tegas Nelson.
Baca Juga: Italia Bawa Satu poin dari Markas Polandia
Bakole memberi tahu Sky Sports bahwa dia akan senang untuk mememuhi impian Joshua tentang pertarungan di Afrika: "100 persen, tentu saja. Ini akan menjadi pertunjukan besar, tidak hanya untuk Afrika, tetapi untuk seluruh dunia. Bayangkan jika Joshua bertarung di Nigeria atau saya rumah di Kongo…
"Kami memiliki sparring yang sangat bagus. Banyak orang menghindari sparring saya jadi ketika dia memberi saya kesempatan, saya selalu pergi. Anda tidak bisa bertarung tanpa sparring yang bagus. Saya pergi ke Joshua bukan dengan sikap sparring partner. - Aku pergi sendiri.’’
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Joshua. Dia adalah sahabat saya, kami bercanda di WhatsApp." Nelson menimpali: "Baja menajamkan baja. Joshua adalah pria yang besar dan kuat, begitu juga Martin. Otak tinju mereka bekerja sama sepanjang waktu dan itu yang paling penting."
Baca Juga: Korea Utara Pamerkan Rudal Balistik Antar Benua ''Monster''
Nelson melanjutkan: "Pemerintah negaranya sangat mendukung - mereka akan mendukung Martin dan terutama jika ia melawan Joshua, yang memiliki keluarga Nigeria dan selalu ingin bertarung di Afrika, negeri leluhurnya.
"AJ ingin melawan petinju Kelas Berat Afrika terbaik. Satu-satunya Kelas Berat Afrika yang setengah layak lainnya adalah Efe Ajagba, dan Martin akan menjatuhkannya dalam empat ronde."
Joshua yang menyandang raja tinju Kelas Berat adalah sahabat dan mitra sparing regular. Tapi, di balik persahabatan itu, Bakole menyusun rencana menjatuhkan dan merampas mahkota juara Joshua.
Sosok Bakole menjadi istimewa setelah terungkap jika ia adalah berdarah bangsawan. Namun, kecintaan Bakole terhadap tinju membuatnya rela meninggalkan status ningrat di Afrika untuk bertarung sebagai petinju.
Baca Juga: Dua Kali Dijatuhkan, Alexander Povetkin Tolak Akhiri Pertarungan
Bakole baru saja kembali dari Republik Demokratik Kongo di mana dia menjadi seorang ayah, menyambut pewaris lain dari garis keturunan bangsawan keluarganya. Sekarang, kembali ke pekerjaan sehari-hari di gym Skotlandia di mana dia akan terus mengejar Joshua. "Dia bisa mengalahkan Joshua dan Tyson Fury besok, tidak masalah," kata Billy Nelson, pelatih dan manajer yang menemukan Bakole empat tahun lalu dan membujuknya untuk tetap tinggal di pinggiran Airdrie, Skotlandia.

Reputasi Bakole sebagai petinju Kelas Berat yang harus diperhatikan adalah karena serangkaian KO yang eksplosif, peran regulernya melawan Joshua dan pernyataan berani Nelson. "Martin Bakole adalah kelas berat yang paling dihindari di dunia,"tegas Nelson.
Baca Juga: Italia Bawa Satu poin dari Markas Polandia
Bakole memberi tahu Sky Sports bahwa dia akan senang untuk mememuhi impian Joshua tentang pertarungan di Afrika: "100 persen, tentu saja. Ini akan menjadi pertunjukan besar, tidak hanya untuk Afrika, tetapi untuk seluruh dunia. Bayangkan jika Joshua bertarung di Nigeria atau saya rumah di Kongo…
"Kami memiliki sparring yang sangat bagus. Banyak orang menghindari sparring saya jadi ketika dia memberi saya kesempatan, saya selalu pergi. Anda tidak bisa bertarung tanpa sparring yang bagus. Saya pergi ke Joshua bukan dengan sikap sparring partner. - Aku pergi sendiri.’’
"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Joshua. Dia adalah sahabat saya, kami bercanda di WhatsApp." Nelson menimpali: "Baja menajamkan baja. Joshua adalah pria yang besar dan kuat, begitu juga Martin. Otak tinju mereka bekerja sama sepanjang waktu dan itu yang paling penting."
Baca Juga: Korea Utara Pamerkan Rudal Balistik Antar Benua ''Monster''
Nelson melanjutkan: "Pemerintah negaranya sangat mendukung - mereka akan mendukung Martin dan terutama jika ia melawan Joshua, yang memiliki keluarga Nigeria dan selalu ingin bertarung di Afrika, negeri leluhurnya.
"AJ ingin melawan petinju Kelas Berat Afrika terbaik. Satu-satunya Kelas Berat Afrika yang setengah layak lainnya adalah Efe Ajagba, dan Martin akan menjatuhkannya dalam empat ronde."
Lihat Juga :