UEFA Nation Leugue 2020/2021, Tim Unggulan Mulai Terganggu
Jum'at, 16 Oktober 2020 - 11:35 WIB
loading...
A
A
A
Kesulitan Italia tidak terlepas dari perubahan taktik yang diterapkan Pelatih Belanda Frank de Boer. Keputusannya menggunakan pola 5-3-2 terbilang mengejutkan. Di dua pertandingan sebelumnya, De Boer menerapkan 4-3-3 dan 4-2-3-1. Eksperimen tersebut terbukti tepat. Lini belakang yang dijaga Stevan de Vrij dan Virgil van Dijk begitu solid dan sulit ditembus. Hal itu membuat lini tengah leluasa membantu serangan.
“Saya ingin bermain dengan lima pemain di belakang sehingga penyerang saya tidak harus terus mengejar pemain mereka yang maju ke depan. Pada dasarnya ini hanya masalah melihat lawan dengan sangat rasional dan mencari tahu apa yang bisa kami tawarkan sebagai balasannya,” papar De Boer.
Dua hasil imbang di dua pertandingan terakhir menempatkan Belanda di posisi ketiga klasemen sementara Grup A1 dengan lima poin. De Boer menegaskan De Oranje akan terus menunjukkan fleksibilitas dan berjuang keras untuk meraih hasil terbaik di fase Grup A1. De Boer berambisi mempersembahkan kemenangan perdananya bagi Belanda saat melawan Bosnia & Herzegovina, 16 November mendatang. (Baca juga: Jaga Kesehatan Mata, Batasi Anak Main Gadget)
“Pada akhirnya kami tidak bisa senang dengan hasilnya karena kami ingin memenangi grup ini, tapi penampilan melawan Italia memberi kami kepercayaan diri yang tinggi. Jika kami bisa bermain seperti ini, apa pun sistemnya, maka kami akan menyulitkan lawan mana pun,” ujar De Boer
Jika Italia tersendat, tim unggulan lainnya, Inggris, justru kalah 0-1 dari Denmark--eksekusi penalti Christian Eriksen (35). Itu merupakan kekalahan pertama The Three Lions di fase Grup A2. Di tiga pertandingan sebelumnya, Harry Kane dkk meraih dua kemenangan dan satu imbang. Konsekuensinya Inggris turun ke peringkat ketiga.
Persaingan semakin sulit, mereka sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan Denmark dan tertinggal dua poin dari Belgia yang memuncaki klasemen sementara Grup A2. Sorotan diberikan pada kartu merah Harry Maguire (31).
Keluarnya Maguire membuat keseimbangan Inggris terganggu hingga Kyle Walker melanggar gelandang Denmark, Thomas Delaney, yang berujung penalti. Itu semakin memperpanjang kinerja buruk Maguire. Sejak peristiwa perkelahian yang membuatnya sempat dipenjara di Yunani saat liburan kompetisi beberapa waktu lalu, performa Maguire memang terus merosot. (Baca juga: Ombdusman Surati Kapolri, Minta Pendekatan Persuasif untuk Unjuk Rasa)
“Saya ingin bermain dengan lima pemain di belakang sehingga penyerang saya tidak harus terus mengejar pemain mereka yang maju ke depan. Pada dasarnya ini hanya masalah melihat lawan dengan sangat rasional dan mencari tahu apa yang bisa kami tawarkan sebagai balasannya,” papar De Boer.
Dua hasil imbang di dua pertandingan terakhir menempatkan Belanda di posisi ketiga klasemen sementara Grup A1 dengan lima poin. De Boer menegaskan De Oranje akan terus menunjukkan fleksibilitas dan berjuang keras untuk meraih hasil terbaik di fase Grup A1. De Boer berambisi mempersembahkan kemenangan perdananya bagi Belanda saat melawan Bosnia & Herzegovina, 16 November mendatang. (Baca juga: Jaga Kesehatan Mata, Batasi Anak Main Gadget)
“Pada akhirnya kami tidak bisa senang dengan hasilnya karena kami ingin memenangi grup ini, tapi penampilan melawan Italia memberi kami kepercayaan diri yang tinggi. Jika kami bisa bermain seperti ini, apa pun sistemnya, maka kami akan menyulitkan lawan mana pun,” ujar De Boer
Jika Italia tersendat, tim unggulan lainnya, Inggris, justru kalah 0-1 dari Denmark--eksekusi penalti Christian Eriksen (35). Itu merupakan kekalahan pertama The Three Lions di fase Grup A2. Di tiga pertandingan sebelumnya, Harry Kane dkk meraih dua kemenangan dan satu imbang. Konsekuensinya Inggris turun ke peringkat ketiga.
Persaingan semakin sulit, mereka sama-sama mengoleksi tujuh poin dengan Denmark dan tertinggal dua poin dari Belgia yang memuncaki klasemen sementara Grup A2. Sorotan diberikan pada kartu merah Harry Maguire (31).
Keluarnya Maguire membuat keseimbangan Inggris terganggu hingga Kyle Walker melanggar gelandang Denmark, Thomas Delaney, yang berujung penalti. Itu semakin memperpanjang kinerja buruk Maguire. Sejak peristiwa perkelahian yang membuatnya sempat dipenjara di Yunani saat liburan kompetisi beberapa waktu lalu, performa Maguire memang terus merosot. (Baca juga: Ombdusman Surati Kapolri, Minta Pendekatan Persuasif untuk Unjuk Rasa)
Lihat Juga :