Klub Liga Indonesia Minta Jaminan Kompetisi Kembali Bergulir
Sabtu, 17 Oktober 2020 - 14:35 WIB
loading...
Foto/PT LIB
A
A
A
JAKARTA - Tarik ulur kelanjutan kompetisi Liga Indonesia membuat tim-tim kontestan dalam situasi tidak pasti. Keputusan untuk menggelar kick off Liga 1 pada 1 November mendatang yang disetujui seluruh klub terancam hanya menjadi kesepakatan semata. Karena itu PSSI dan operator PT Liga Indonesia Baru (LIB) didesak memberikan kepastian jadwal kelanjutan kompetisi.
Kesepakatan dalam extraordinary club meeting yang diikuti 18 tim Liga 1 dan 24 klub Liga 2 di Sleman awal pekan ini tidak lantas menjadi jaminan kompetisi bisa bergulir sesuai dengan keputusan, yakni 1 November. Pasalnya seluruh pertandingan wajib mendapatkan izin keramaian dari Polri. (Baca: Inilah 10 Adab Berbicara Agar Lisan Terjaga)
Di sisi lain Polri sudah memastikan tidak akan menerbitkan izin keramaian selama tahapan pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember mendatang. Pernyataan ini juga mementahkan kesepakatan melanjutkan kompetisi pada 1 November mendatang.
Presiden Madura United Achsanul Qosasi menyatakan, jika kompetisi Liga Indonesia dihentikan saat ini, hal tersebut akan menciptakan masalah baru bagi seluruh klub. Pasalnya akan ada 2.590 pemain dan ofisial yang akan terimbas karena masih terikat kontrak dengan tim masing-masing.
“Jika sampai 20 Oktober tak ada kepastian (kelanjutan liga), semua klub sebaiknya berhenti berlatih dan training from home sambil saling mendoakan sehat. Jika latihan dan kompetisi berhenti, kontrak 2.590 pemain dan ofisial akan bermasalah,” tulis Achsanul Qosasi dalam akun Twitter-nya kemarin.
Kesepakatan dalam extraordinary club meeting yang diikuti 18 tim Liga 1 dan 24 klub Liga 2 di Sleman awal pekan ini tidak lantas menjadi jaminan kompetisi bisa bergulir sesuai dengan keputusan, yakni 1 November. Pasalnya seluruh pertandingan wajib mendapatkan izin keramaian dari Polri. (Baca: Inilah 10 Adab Berbicara Agar Lisan Terjaga)
Di sisi lain Polri sudah memastikan tidak akan menerbitkan izin keramaian selama tahapan pilkada serentak yang digelar pada 9 Desember mendatang. Pernyataan ini juga mementahkan kesepakatan melanjutkan kompetisi pada 1 November mendatang.
Presiden Madura United Achsanul Qosasi menyatakan, jika kompetisi Liga Indonesia dihentikan saat ini, hal tersebut akan menciptakan masalah baru bagi seluruh klub. Pasalnya akan ada 2.590 pemain dan ofisial yang akan terimbas karena masih terikat kontrak dengan tim masing-masing.
“Jika sampai 20 Oktober tak ada kepastian (kelanjutan liga), semua klub sebaiknya berhenti berlatih dan training from home sambil saling mendoakan sehat. Jika latihan dan kompetisi berhenti, kontrak 2.590 pemain dan ofisial akan bermasalah,” tulis Achsanul Qosasi dalam akun Twitter-nya kemarin.
Lihat Juga :