Merasa Sudah Cukup, Marcello Lippi Ngaku Gak Akan Ngelatih Lagi

loading...
Merasa Sudah Cukup, Marcello Lippi Ngaku Gak Akan Ngelatih Lagi
Mantan pelatih Italia, Marcello Lippi menyatakan sudah menyelesaikan tugasnya untuk yang terakhir kali. Dia menegaskan akan meninggalkan profesinya. Foto: reuters
MILAN - Mantan pelatih Italia, Marcello Lippi menyatakan sudah menyelesaikan tugasnya untuk yang terakhir kali. Juru taktik berusia 72 tahun itu menegaskan akan meninggalkan profesi yang sudah digelutinya sejak 1982.

(Baca Juga: OMG! Cristiano Ronaldo Kembali Positif Covid-19)

Lippi sampai sekarang tanpa pekerjaan setelah meninggalkan posisinya sebagai pelatih China pada 14 November 2019. Dia mengatakan tidak akan melatih lagi karena sudah cukup lama berada di pinggir lapangan.

“Saya benar-benar sudah selesai dengan pekerjaan melatih. Itu benar, sudah cukup. Mungkin saya akan lebih berguna di posisi lain, lihat saja nanti. Tapi, tidak akan ada kegiatan sampai musim semi nanti,” ucap Lippi, dilansir, skysport.



Ini berarti Lippi telah mengakhiri kisahnya yang telah berlangsung selama hampir 37 tahun. Mantan libero Sampdoria itu sudah menukangi lebih dari 10 tim baik itu dilevel klub maupun negara. Dia memulai kariernya dengan membesut akademi Sampdoria.

Lippi baru menangani tim senior pada 1985 ketika dikontrak Pontedera. Setelah itu Lippi mengasuh Siena, Pistoiese, Carrarese, Cesena dan Lucchese. Selanjutnya dia melatih sejumlah tim Serie A, seperti Atalanta, Napoli, Juventus dan Inter Milan.

Pemilik nama lengkap Marcello Romeo Lippi itu juga pernah dua kali menjadi pelatih Italia (2004-2006 dan 2008-2010). Lippi lalu direkrut Guangzhou Evergrande pada 2014, dan kemudian diminta untuk melatih China sebanyak dua periode mulai 2016-2019 dan 2019.



(Baca: Ini Dia Rahasia Sukses Bayern Menurut Pelatih Timnas Jerman)

Selama karier kepelatihannya, Lippi hanya membukukan sukses bersama Juventus dimana mendulang 13 gelar, termasuk lima Scudetto dan satu trofi Liga Champions. Dia juga membantu Guangzhou Evergrande meraih enam titel.

Tapi, prestasi terbesarnya adalah memenangi Piala Dunia 2006 dengan Italia. Belum lagi sejumlah penghargaan individu seperti Pelatih Serie A Terbaik pada 1997, 1998 dan 2003, serta masuk Italian Football Hall of Fame pada 2011.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top