Generasi Baru 'Perang Bintang' El Clasico

loading...
Generasi Baru Perang Bintang El Clasico
Ansu Fati (kiri) dan Vinicius Jr (kanan) yang menjadi generasi baru perang bintang El Clasico. Foto/dok
BARCELONA - Sejak lama, bentrok El Clasico antara Barcelona versus Real Madrid identik dengan perang bintang. Masih lekat dalam ingatan pencinta sepak bola ketika era Los Galacticos Madrid yang diperkuat Iker Casillas, Raul Gonzalez, Zinedine Zidane, David Beckham, Ronaldo, Luis Figo, Roberto Carlos, hingga era trio BBC, Karim Benzema, Gareth Bale Cristiano Ronaldo (CR7) dan Mesut Oezil begitu menghipnotis.



Keseimbangan El Clasico terjaga lantaran Barca juga tidak kalah hebatnya ketika diperkuat pesepak bola jenius seperti Rivaldo, Ronaldinho, Victor Valdes, Deco, Samuel Etoo, Thierry Henry sampai ke generasi emas Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Lionel Messi, Sergio Busquets, Gerrard Pique, David Villa hingga Luis Suarez. (Baca: Inilah Dosa yang Lebih besar daripada Zina)

Tapi, tahun ini akan terasa berbeda. Kedua tim justru didominasi wajah-wajah baru yang masih muda. Dari Barca, kemungkinan ada delapan pemain berpeluang melakoni debutnya bersama Blaugrana di pertandingan El Clasico kontra Madrid di Camp Nou, nanti malam.



Pelatih Ronald Koeman bisa mempertimbangkan Norberto Neto, Sergino Dest, Ronald Araujo, Junior Firpo, Miralem Pjanic, Riqui Puiq, Pedro Gonzalez dan Francisco Trincao. Di sektor penjaga gawang, cederanya Marc-Andre Ter Stegen membuat Neto bakal menjadi starter.

Posisi bek kiri akan diisi Dest lantaran Jordi Alba belum fit. Keberadaan Pjanic menawarkan opsi menarik di lini tengah jika Frenkie de Jong tampil buruk. Sementara, Trincao yang tampil apik di Liga Champions menempati sisi kiri lini depan. Mereka akan dikombinasikan dengan pemain-pemain berpengalaman di El Clasico seperti Lionel Messi, Gerard Pique, dan Busquets.

Kepercayaan diri Barca telah kembali pasca-menghancurkan Ferencvaros 5-1 pada pertandingan Grup G Liga Champions, Rabu (21/10). Itu mengakhiri rentetan buruk Blaugrana yang sebelumnya ditahan 1-1 Sevilla (5/10) dan kalah 0-1 dari Getafe (18/10). (Baca juga: 5 Cara Menjaga Kesehatan Tulang)



Koeman tidak menampik jika kemenangan di Liga Champions menebalkan asa Barca dalam melakoni El Clasico. Dia mengatakan timnya masih memiliki masalah konsistensi karena terkadang menurunkan ritme dan tekanan. Kendati demikian, Koeman menilai Barca masih dalam proses berkembang dan akan terus berupaya meningkatkan level permainannya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top