Diejek Pakai Trofi 'Tapir Emas', Pirlo Tidak Takut Dipecat
Sabtu, 31 Oktober 2020 - 20:04 WIB
loading...
Andrea Pirlo dianugerahi trofi Tapiro d’Oro atau Tapir Emas setelah menjalani start yang sulit/Foto/juvefc.com
A
A
A
TURIN - Pelatih Juventus Andrea Pirlo dianugerahi trofi Tapiro d’Oro atau Tapir Emas setelah menjalani start yang sulit musim ini di Juventus Stadium. Trofi Tapir Emas adalah penghargaan satir dan lelucon yang diberikan kepada sosok yang sangat dipermalukan atau dikalahkan pada pekan sebelumnya.
Juventus menuai kekalahan menyakitkan 0-2 dari Barcelona pada penyisihan Grup G Liga Champions 2020/2021 di Juventus Stadium, Rabu (28/10/2020). Hasil itu mencatatkan nama Pirlo sebagai pelatih dengan start terburuk sejak Andrea Agnelli mengambil alih klub pada 2010. (Baca juga: Preview Liverpool vs West Ham United: Siasat Bertahan Si Merah ).
Pirlo memenangkan dua dari enam pertandingan pembukaan Juventus musim ini, seri tiga kali dan kalah sekali, dengan mencetak sembilan gol dan kebobolan empat gol.
Start Pirlo bahkan lebih buruk dari Gigi Delneri yang mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan dalam enam pertandingan pertama di era itu pada tahun 2010. Tim Juventus-nya juga mencetak sembilan gol, kebobolan empat gol. (Baca juga: Statistik Madrid Lawan Tim Promosi Sulit buat Huesca Keluar dari Degradasi ).
Torehan Pirlo jauh dari catatan Massimiliano Allegri yang memiliki start sempurna dengan enam kemenangan dari enam pertandingan, mencetak 12 gol dan tidak kebobolan, sementara Maurizio Sarri berhasil meraih empat kemenangan dan dua kali seri musim lalu.
Hasil itu mendorong sebauh acara TV Italia untuk memberinya penghargaan Tapiro d'Oro. Namun, Pirlo menanggapi dingin penghargaan tesebut, bahkan Pirlo menegaskan dirinya lebih percaya diri. (Baca juga: Jadwal Live Streaming Sepak Bola di RCTI Plus, Sabtu-Senin (2/11/2020) ).
"Kami sedang berajalan, saya tidak takut tidak memakan panettone (sejenis roti manis Italia, biasanya disiapkan dan dinikmati untuk Natal dan Tahun Baru)," kata Pirlo kepada Striscia La Notizia saat menerima penghargaan satir tersebut. "Saya percaya diri."
Dengan menyebut tidak takut tidak makan panettone, Pirlo menegaskan tidak khawatir dipecat sebelum Natal. Penghargaan lelucon diberikan kepada seseorang yang sangat dipermalukan.
Pemenang sebelumnya antara lain direktur AC Milan Paolo Maldini, kiper Rossoneri Gianluigi Donnarumma, kiper Juventus Gianluigi Buffon dan mantan gelandang AS Roma Daniele de Rossi.
Juventus menuai kekalahan menyakitkan 0-2 dari Barcelona pada penyisihan Grup G Liga Champions 2020/2021 di Juventus Stadium, Rabu (28/10/2020). Hasil itu mencatatkan nama Pirlo sebagai pelatih dengan start terburuk sejak Andrea Agnelli mengambil alih klub pada 2010. (Baca juga: Preview Liverpool vs West Ham United: Siasat Bertahan Si Merah ).
Pirlo memenangkan dua dari enam pertandingan pembukaan Juventus musim ini, seri tiga kali dan kalah sekali, dengan mencetak sembilan gol dan kebobolan empat gol.
Start Pirlo bahkan lebih buruk dari Gigi Delneri yang mencatatkan empat kemenangan, satu hasil imbang dan satu kekalahan dalam enam pertandingan pertama di era itu pada tahun 2010. Tim Juventus-nya juga mencetak sembilan gol, kebobolan empat gol. (Baca juga: Statistik Madrid Lawan Tim Promosi Sulit buat Huesca Keluar dari Degradasi ).
Torehan Pirlo jauh dari catatan Massimiliano Allegri yang memiliki start sempurna dengan enam kemenangan dari enam pertandingan, mencetak 12 gol dan tidak kebobolan, sementara Maurizio Sarri berhasil meraih empat kemenangan dan dua kali seri musim lalu.
Hasil itu mendorong sebauh acara TV Italia untuk memberinya penghargaan Tapiro d'Oro. Namun, Pirlo menanggapi dingin penghargaan tesebut, bahkan Pirlo menegaskan dirinya lebih percaya diri. (Baca juga: Jadwal Live Streaming Sepak Bola di RCTI Plus, Sabtu-Senin (2/11/2020) ).
"Kami sedang berajalan, saya tidak takut tidak memakan panettone (sejenis roti manis Italia, biasanya disiapkan dan dinikmati untuk Natal dan Tahun Baru)," kata Pirlo kepada Striscia La Notizia saat menerima penghargaan satir tersebut. "Saya percaya diri."
Dengan menyebut tidak takut tidak makan panettone, Pirlo menegaskan tidak khawatir dipecat sebelum Natal. Penghargaan lelucon diberikan kepada seseorang yang sangat dipermalukan.
Pemenang sebelumnya antara lain direktur AC Milan Paolo Maldini, kiper Rossoneri Gianluigi Donnarumma, kiper Juventus Gianluigi Buffon dan mantan gelandang AS Roma Daniele de Rossi.
(sha)
Lihat Juga :