Si Perantau Inggris yang Cari Popularitas di Jerman
Senin, 11 Mei 2020 - 09:04 WIB
loading...
A
A
A
Meski demikian, Kevin Keegan tetap mengemas pakaiannya untuk terbang ke Jerman. Mendapat dukungan besar dari perusahaan manufaktur Jepang, Hitachi, gaji tahunan Keegan dilaporkan meroket dari 12 ribu menjadi 250.000 ribu per tahun. Selama tiga tahun bersama 'Der Dino', Keegan memenangkan Ballon d'Or dua kali dan berhasil membantu mengakhiri dahaga gelar juara di kompetisi domestik pada
1978/1979.
Pada 1979, Keegan merilis single 'Head Over Heels in Love' untuk mencerminkan kekaguman pada orang-orang kota. Hingga saat ini muralnya masih menghiasi sudut Kota Jerman.
2. Tony Woodcock - Cologne: 1979-82 & 1986-88
Tony Woodcock mungkin tidak pernah menghasilkan penghargaan pribadi dan medali pemenang selama berada di Bundesliga. Tetapi dia setidaknya mampu membuat kesan di Jerman.
Sejak memutuskan pindah dari Nottingham Forest ke Cologne, Woodcock adalah pemain besar selama dua setengah musim. Bersama Dieter Mueller sukses membentuk chemistry yang bikin barisan pertahanan lawan kerepotan menghentikan kedua pemain ini.
Arsenal kemudian membawa Woodcock kembali ke Inggris, dan setelah menduduki daftar pencetak gol The Gunners dalam tiga dari empat musim, ia kembali ke Mungersdorfer Stadion pada 1986. Di sana, dia mendapatkan status sebagai ikon klub setelah mencetak 47 gol dalam 155 penampilan.
3. Paul Lambert - Borussia Dortmund: 1996-97
Paul Lambert mengambil keputusan yang agak berisiko saat ia meninggalkan Motherwell tanpa pelatih baru yang didapuk. Awalnya gelandang itu ditawari uji coba di dua klub, yakni PSV Eindhoven dan Borussia Dortmund. Beruntung, Lambert dan Die Schwarzgelben, percobaannya di Belanda tidak menghasilkan apa-apa, sehingga Ottmar Hitzfield memikatnya.
1978/1979.
Pada 1979, Keegan merilis single 'Head Over Heels in Love' untuk mencerminkan kekaguman pada orang-orang kota. Hingga saat ini muralnya masih menghiasi sudut Kota Jerman.
2. Tony Woodcock - Cologne: 1979-82 & 1986-88
Tony Woodcock mungkin tidak pernah menghasilkan penghargaan pribadi dan medali pemenang selama berada di Bundesliga. Tetapi dia setidaknya mampu membuat kesan di Jerman.
Sejak memutuskan pindah dari Nottingham Forest ke Cologne, Woodcock adalah pemain besar selama dua setengah musim. Bersama Dieter Mueller sukses membentuk chemistry yang bikin barisan pertahanan lawan kerepotan menghentikan kedua pemain ini.
Arsenal kemudian membawa Woodcock kembali ke Inggris, dan setelah menduduki daftar pencetak gol The Gunners dalam tiga dari empat musim, ia kembali ke Mungersdorfer Stadion pada 1986. Di sana, dia mendapatkan status sebagai ikon klub setelah mencetak 47 gol dalam 155 penampilan.
3. Paul Lambert - Borussia Dortmund: 1996-97
Paul Lambert mengambil keputusan yang agak berisiko saat ia meninggalkan Motherwell tanpa pelatih baru yang didapuk. Awalnya gelandang itu ditawari uji coba di dua klub, yakni PSV Eindhoven dan Borussia Dortmund. Beruntung, Lambert dan Die Schwarzgelben, percobaannya di Belanda tidak menghasilkan apa-apa, sehingga Ottmar Hitzfield memikatnya.
Lihat Juga :