Meski Gagal Jadi Juara Dunia MotoGP, Petronas Yamaha Rebut Penghargaan Bergengsi
Selasa, 17 November 2020 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Pramac maksimal hanya bisa membawa pulang 45 poin dari GP Portugal. Sedangkan Petronas Yamaha sudah unggul 46 poin. Dengan demikian, hasil pada seri terakhir tidak akan mempengaruhi posisi mereka.
Sukses Petronas Yamaha meraih gelar tim independen terbaik dalam dua musim beruntun di MotoGP mendapat apresiasi dari Team Principal Razlan Razali. Dia mengaku senang karena gelar itu terus dikuasai timnya. Hanya saja, dia agak kecewa Quartararo gagal jadi juara dunia.
“Sebagai tim, kami sangat senang merayakan gelar tim independen terbaik kedua hanya di tahun kedua di kejuaraan MotoGP. Selamat untuk semua anggota tim, mitra, dan penggemar,” kata Razali, dilansir dari laman resmi Sepang Racing Team.
(Baca Juga: Kehadiran Raja Baru MotoGP Bikin Valentino Rossi Takzim )
“Tahun ini merupakan kejuaraan MotoGP yang sulit. Kami mencoba memberikan yang terbaik hingga menuju balapan terakhir. Sayangnya, kami tidak dapat melakukannya (merebut gelar juara dunia MotoGP 2020),” tutup Razali.
Sukses Petronas Yamaha meraih gelar tim independen terbaik dalam dua musim beruntun di MotoGP mendapat apresiasi dari Team Principal Razlan Razali. Dia mengaku senang karena gelar itu terus dikuasai timnya. Hanya saja, dia agak kecewa Quartararo gagal jadi juara dunia.
“Sebagai tim, kami sangat senang merayakan gelar tim independen terbaik kedua hanya di tahun kedua di kejuaraan MotoGP. Selamat untuk semua anggota tim, mitra, dan penggemar,” kata Razali, dilansir dari laman resmi Sepang Racing Team.
(Baca Juga: Kehadiran Raja Baru MotoGP Bikin Valentino Rossi Takzim )
“Tahun ini merupakan kejuaraan MotoGP yang sulit. Kami mencoba memberikan yang terbaik hingga menuju balapan terakhir. Sayangnya, kami tidak dapat melakukannya (merebut gelar juara dunia MotoGP 2020),” tutup Razali.
(mirz)
Lihat Juga :