Medvedev Ambil Inspirasi dari Rival
Rabu, 18 November 2020 - 14:35 WIB
loading...
A
A
A
“Anda memiliki banyak motivasi dalam hal poin. Setiap kali menang, Anda mendapatkan 200 poin, yang hampir sebanyak ketika memenangkan Turnamen ATP level 250. Ada banyak motivasi bagi Schwartzman. Saya yakin dia ingin berusaha bermain dengan lebih baik daripada di pertandingan kali ini," tutur Djokovic.
Medvedev mengaku percaya diri menghadapi Djokovic pada pertandingan nanti. Apalagi, dia memiliki modal bagus setelah mendapatkan kemenangan pada laga pertamanya menghadapi Alexander Zverev (Jerman) dengan skor 6-3, 6-4.
Kemenangan itu ternyata sangat penting buat Medvedev. Tahun lalu dalam debutnya tampil di ATP Finals, dia tak mendapatkan satu kemenangan dalam tiga pertandingan. Kondisi itu ternyata pernah terjadi kepada Djokovic ketika berpartisipasi di turnamen penutup musim tersebut pada 2017. (Lihat videonya: Bonsai Kelapa, Varian Bonsai yang Bernilai Tinggi)
Namun, selang satu tahun kemudian, Djokovic kembali tampil di turnamen itu. Hebatnya, dia berhasil keluar sebagai juara di Shanghai 2008. Perjalanan mengesankan Djokovic itu bisa menjadi salah satu referensi dirinya untuk bangkit dan menjadi juara di ajang yang diisi delapan petenis terbaik tersebut.
"Saya suka bermain melawan Djokovic dan saya menantikannya. Saya sebenarnya tidak tahu bahwa dia (Djokovic) kalah 0-3 dalam penampilan pertamanya. Saya juga melihat hari ini bahwa dia memenangi 12 pertandingan pembukaan (grup) berturut-turut di ATP Finals sehingga mudah-mudahan saya bisa melakukan hal yang sama," ungkapnya. (Raikhul Amar)
Medvedev mengaku percaya diri menghadapi Djokovic pada pertandingan nanti. Apalagi, dia memiliki modal bagus setelah mendapatkan kemenangan pada laga pertamanya menghadapi Alexander Zverev (Jerman) dengan skor 6-3, 6-4.
Kemenangan itu ternyata sangat penting buat Medvedev. Tahun lalu dalam debutnya tampil di ATP Finals, dia tak mendapatkan satu kemenangan dalam tiga pertandingan. Kondisi itu ternyata pernah terjadi kepada Djokovic ketika berpartisipasi di turnamen penutup musim tersebut pada 2017. (Lihat videonya: Bonsai Kelapa, Varian Bonsai yang Bernilai Tinggi)
Namun, selang satu tahun kemudian, Djokovic kembali tampil di turnamen itu. Hebatnya, dia berhasil keluar sebagai juara di Shanghai 2008. Perjalanan mengesankan Djokovic itu bisa menjadi salah satu referensi dirinya untuk bangkit dan menjadi juara di ajang yang diisi delapan petenis terbaik tersebut.
"Saya suka bermain melawan Djokovic dan saya menantikannya. Saya sebenarnya tidak tahu bahwa dia (Djokovic) kalah 0-3 dalam penampilan pertamanya. Saya juga melihat hari ini bahwa dia memenangi 12 pertandingan pembukaan (grup) berturut-turut di ATP Finals sehingga mudah-mudahan saya bisa melakukan hal yang sama," ungkapnya. (Raikhul Amar)
(ysw)
Lihat Juga :