Bidik Olimpiade 2032, Menpora Siapkan Formula Pembinaan Olahraga

loading...
Bidik Olimpiade 2032, Menpora Siapkan Formula Pembinaan Olahraga
Menpora Zainudin Amali saat memberikan sambuitan secara virtual pada pelantikan dan pengukuhan PB Forki Periode 2019-2023 pimpinan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Rabu (18/11). (Foto: SINDOnews/M Ridwan)
JAKARTA - JAKARTA - Pemerintah Indonesia perlu menyiapkan banyak hal untuk bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Selain mempersiapkan infrastruktur standar Olimpiade, RI juga perlu membuat formula pembinaan olahraga nasional yang dapat mendukung pencapaian prestasi. Hal itu agar Merah Putih tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri ketika ajang multievent dunia itu bisa diboyong ke Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali mengaku, pihaknya memang tengah concern dengan pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menegaskan kembali kenginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pada peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Ke-37, September lalu. Apalagi, hal itu juga sudah disampaikan langsung Jokowi kepada Presiden IOC Thomas Bach dan Presiden Komite Olimpiade Asia (OCA) Syeikh Ahmad Al-Fahad Al-Sabah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, tahun lalu. Termasuk, mengirimkan surat penawaran resmi sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032 ke markas IOC, Olympic House, di Lausanne, Swiss, pada Februari 2020.

Bahkan, pada November ini Jokowi juga sudah menginstruksikan para menterinya menyiapkan langkah-langkah konkret dalam upaya memboyong Olimpiade Musim Panas dan Paralimpiade 2032 ke Tanah Air. Ini menunjukkan bahwa pemerintah serius dan siap berkomitmen untuk menjadikan Indonesia sebagai negara Asia Tenggara pertama yang menjadi tuan rumah olimpiade.

”Presiden Jokowi sudah memberikan arahan untuk mempersiapkan diri dalam bidding menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Waktunya tidak terlalu panjang. Tapi, kalau mendapatkan kesempatan menjadi tuan rumah, tentu kita tidak hanya berkeinginan menjadi penyelenggara, kita juga harus menunjukkan prestasi,” ujar Menpora Zainudin saat memberikan kata sambutan secara virtual pada pelantikan Ketua Umum PB Forki Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Jakarta, Rabu (18/11).

Terkait dengan bidding Olimpiade 2032, sejauh ini sudah ada beberapa negara yang telah menyatakan ketertarikannya menjadi tuan rumah olimpiade. Selain Jakarta, Indonesia, juga ada Mumbai India; Doha, Qatar; Rhine-Ruhr, Jerman; Madrid, Spanyol; dan Brisbane, Australia. Bahkan, di luar itu juga ada yang sudah siap melakukan bidding seperti Seoul-Pyongyang, Korea; Kota Bagian Utara-Tengah Italia; Rotterdam-Amsterdam, Belanda; London, Inggris; dan Istambul Turki.



Karena itu, banyak hal yang harus dipersiapkan Indonesia untuk bisa bersaing dengan negara-negara kuat tersebut dan mampu merebut kemenangan sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Ternasuk, mempersiapkan prestasi atletnya agar bisa mengharumkan Indonesia di ajang multievent itu.

Untuk mendapatkan prestasi bagus di level olimpiade itu, Indonesia tentu harus mempersiapkan diri secara maksimal. Baik itu kualitas atlet, pelatih, sarana dan prasarana, serta kelengkapan pendukung lainnya. Termasuk juga penerapan sport science di berbagai cabang olahraga.

Menpora mengaku, saat ini pihaknya sedang menyiapkan grand design pembinaan olahraga prestasi sebagai langkah untuk menghadapi Olimpiade 2032.“Kami sudah melakukan pertemuan dengan KONI Pusat, KOI, dan stakeholder dari berbagai cabang olahraga, juga melakukan pertemuan tinggi dengan pejabat menteri. Sekarang kami sedang lakukan uji publik,” ujar Menpora.

Dia menambahkan, untuk mempersiapkan prestasi olahraga nasional, Presiden Jokowi juga telah memintanya melakukan review total ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional.

“Kami diminta segera mereview total ekosistem pembinaan prestasi olahraga nasional. Dan, itu memang menjadi kebutuhan kita. Mudah-mudahan lewat kebersamaan dengan KONI, KOI, dan cabang-cabang olahraga, itu bisa terwujud dalam waktu yang tidak terlalu lama,” tegas Menpora.



Menurutnya, salah satu hal yang menjadi penting dalam pembinaan olahraga nasional saat ini adalah pendampingan sport science. Meskipun konsep itu sudah dikenalkan sejak 1980an, tapi implementasi di lapangan masih sangat sedikit.

“Kami berharap cabang-cabang olahraga sudah memaksimallkan sport science untuk pembinaan prestasi. Selain itu, tata kelola organisasi jugas harus semakin ditingkatkan. Mudah-mudahan itu akan diikuti dengan peningkatan prestasi,” tutur Zainudin.
(wan)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top