Ini Alasan Maverick Vinales Ingin Kembali ke YZR-M1 2016
Sabtu, 21 November 2020 - 09:31 WIB
loading...
A
A
A
Tapi, Vinales memiliki pemikiran berbeda dengan Quartararo. Menurutnya, YZR-M1 2019 bukanlah versi terbaik dari motor balap Yamaha. Karena di tahun lalu mereka tetap kesulitan untuk mengalahkan Marc Marquez dan Honda. (Baca juga: Race Pemungkas, Begini Tekad Dovi Beri Kado Perpisahan untuk Ducati )
Vinales justru lebih senang jika menggunakan YZR-M1 2016. Pada saat menggunakan motor balap tersebut, Vinales berhasil meraih kemenangan di dua seri perdana MotoGP 2017. Sayangnya, setelah itu Vinales beralih ke YZR-M1 2017 dan penampilannya pun langsung memburuk.
“M1 2019 tidak cukup untuk mengalahkan Marquez. Motor tahun ini Lebih baik jika memiliki cengkeraman. Jika tidak ada cengkeraman, kami sangat menderita,” terang Vinales, seperti dilansir dari Tutto Motori Web, Jumat (20/11/2020).
“Saya ingin mereka memberi saya M1 2016. Bagi saya itu yang terbaik dari saya. Kami pernah mengemudikannya. Kesalahan bagi kami adalah mengganti motor itu (dengan M1 2017),” lanjutnya.
“Apa pun yang mereka lakukan, saya ingat kami pergi ke Malaysia (untuk pramusim) dan dalam 10 lap saya terbang. Kemudian kami membuat kesalahan sehingga kami berlarut-larut dan itu membawa kami ke situasi ini.”
Vinales justru lebih senang jika menggunakan YZR-M1 2016. Pada saat menggunakan motor balap tersebut, Vinales berhasil meraih kemenangan di dua seri perdana MotoGP 2017. Sayangnya, setelah itu Vinales beralih ke YZR-M1 2017 dan penampilannya pun langsung memburuk.
“M1 2019 tidak cukup untuk mengalahkan Marquez. Motor tahun ini Lebih baik jika memiliki cengkeraman. Jika tidak ada cengkeraman, kami sangat menderita,” terang Vinales, seperti dilansir dari Tutto Motori Web, Jumat (20/11/2020).
“Saya ingin mereka memberi saya M1 2016. Bagi saya itu yang terbaik dari saya. Kami pernah mengemudikannya. Kesalahan bagi kami adalah mengganti motor itu (dengan M1 2017),” lanjutnya.
“Apa pun yang mereka lakukan, saya ingat kami pergi ke Malaysia (untuk pramusim) dan dalam 10 lap saya terbang. Kemudian kami membuat kesalahan sehingga kami berlarut-larut dan itu membawa kami ke situasi ini.”
(sha)
Lihat Juga :