Ini Alasan Maverick Vinales Ingin Kembali ke YZR-M1 2016

loading...
Ini Alasan Maverick Vinales Ingin Kembali ke YZR-M1 2016
Maverick Vinales ungkap alasan kegagalannya merebut juara dunia MotoGP 2020/Foto/GPOne.com
PORTIMAO - Pembalap Monster Energy Yamaha Maverick Vinales mengungkap alasan kegagalannya merebut juara dunia MotoGP 2020. Pembalap asal Spanyol itu mengaku tak cocok dengan YZR-M1 2020, motor balap yang dikembangkan Yamahadi tahun ini.

Yamaha dinilai telah mengembangkan motor ke arah yang salah. Dari angka yang tertera di klasemen menunjukkan bahwa motor balap mereka tahun lalu (M1 2019) justru mampu mendulang poin yang lebih banyak ketimbang YZR-M1 2020. (Baca juga: Zarco Tercepat, Lewati Vinales di Latihan Bebas MotoGP Portugal)

Dari empat pembalap Yamaha yang berlaga di MotoGP 2020, hanya Franco Morbidelliyang menggunakan mesin motor M1 2019. Tapi, justru Morbidelli yang saat ini memperoleh poin paling banyak.

Hingga kini Morbidelli menempati posisi kedua klasemen pembalap dengan perolehan 142 poin. Sementara itu, Vinales ada di urutan keempat klasemen dengan raihan 127 angka. (Baca juga: Akhir Pekan yang Krusial bagi Valentino Rossi).



Pembalap Yamaha lainnya, Fabio Quartararo, menilai bahwa motor balap Yamaha tahun lalu memang lebih baik daripada yang sekarang. Maka dari itu, Quartararo lebih ingin menggunakan YZR-M1 2019 ketimbang versi terbarunya.

Tapi, Vinales memiliki pemikiran berbeda dengan Quartararo. Menurutnya, YZR-M1 2019 bukanlah versi terbaik dari motor balap Yamaha. Karena di tahun lalu mereka tetap kesulitan untuk mengalahkan Marc Marquez dan Honda. (Baca juga: Race Pemungkas, Begini Tekad Dovi Beri Kado Perpisahan untuk Ducati)

Vinales justru lebih senang jika menggunakan YZR-M1 2016. Pada saat menggunakan motor balap tersebut, Vinales berhasil meraih kemenangan di dua seri perdana MotoGP 2017. Sayangnya, setelah itu Vinales beralih ke YZR-M1 2017 dan penampilannya pun langsung memburuk.



“M1 2019 tidak cukup untuk mengalahkan Marquez. Motor tahun ini Lebih baik jika memiliki cengkeraman. Jika tidak ada cengkeraman, kami sangat menderita,” terang Vinales, seperti dilansir dari Tutto Motori Web, Jumat (20/11/2020).

“Saya ingin mereka memberi saya M1 2016. Bagi saya itu yang terbaik dari saya. Kami pernah mengemudikannya. Kesalahan bagi kami adalah mengganti motor itu (dengan M1 2017),” lanjutnya.

“Apa pun yang mereka lakukan, saya ingat kami pergi ke Malaysia (untuk pramusim) dan dalam 10 lap saya terbang. Kemudian kami membuat kesalahan sehingga kami berlarut-larut dan itu membawa kami ke situasi ini.”
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top