Ricky Yacobi, Sebuah Tanda Tanya Besar di SEA Games 1991
Sabtu, 21 November 2020 - 14:55 WIB
loading...
Ricky Yacobi, Sebuah Tanda Tanya Besar di SEA Games 1991. Foto: Dok PSSI
A
A
A
JAKARTA - Ricky Yacobi merupakan penyerang paling disegani pada era 1980an. Kemampuannya mencetak gol membuat publik sepak bola Indonesia berharap banyak saat SEA Games 1991 digelar di Filipina. Namun, secara mengejutkan nama Ricky dicoret dari daftar tim nasional.
Ketika mengumumkan nama-nama pemain yang akan berangkat ke Filipina, manajer Timnas Indonesia , I Gusti Kompyang (IGK) Manila tidak memasukkan nama Ricky. Keputusan kontroversial itu membuatnya berselisih paham dengan ketua umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang kala itu dijabat Kardono.
Dalam biografi IGK Manila berjudul Panglima Gajah, Manajer Juara yang ditulis Hardy Hermawan dan Edy Budiyarso, terbit pertama pada tahun 2017, Ricky disebut sebagai pemain yang tidak siap tampil. Kata Manila, ada semacam pertentangan batin yang dirasakan Ricky pada saat tim nasional mempersiapkan diri untuk SEA Games 1991.
“Saya tahu Ricky pemain bagus, tapi saya juga punya alasan. Fokus saya sekarang keutuhan tim. Target kita emas. Hanya pemain yang siap bertanding yang bertahan di tim,” ungkap IGK Manila dalam biografinya.
Salah satu bukti bahwa Ricky kala itu dilanda konfilk batin karena mengubah namanya, dari Ricky Yacob menjadi Ricky Yacobi. Penampilan di turnamen President’s Cup yang digelar di Korea Selatan, Juni 1991, juga membuat IGK Manila semakin yakin untuk tidak membawanya ke SEA Games 1991 di Filipina. (Baca Juga: Legendaris Sepak Bola Indonesia Ricky Yacobi Meninggal Dunia )
Pada ajang tersebut, Timnas Indonesia memboyong 18 pemain untuk bersaing di Grup B bersama tuan rumah Filipina, juara bertahan Malaysia, serta Vietnam. Tanpa kehadiran Ricky Yacobi, skuat Merah Putih bertumpu pada nama-nama seperti Aji Santoso, Bambang Nurdiansyah, Rochy Putiray, dan Robby Darwis.
Ketika mengumumkan nama-nama pemain yang akan berangkat ke Filipina, manajer Timnas Indonesia , I Gusti Kompyang (IGK) Manila tidak memasukkan nama Ricky. Keputusan kontroversial itu membuatnya berselisih paham dengan ketua umum Persatuan Sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang kala itu dijabat Kardono.
Dalam biografi IGK Manila berjudul Panglima Gajah, Manajer Juara yang ditulis Hardy Hermawan dan Edy Budiyarso, terbit pertama pada tahun 2017, Ricky disebut sebagai pemain yang tidak siap tampil. Kata Manila, ada semacam pertentangan batin yang dirasakan Ricky pada saat tim nasional mempersiapkan diri untuk SEA Games 1991.
“Saya tahu Ricky pemain bagus, tapi saya juga punya alasan. Fokus saya sekarang keutuhan tim. Target kita emas. Hanya pemain yang siap bertanding yang bertahan di tim,” ungkap IGK Manila dalam biografinya.
Salah satu bukti bahwa Ricky kala itu dilanda konfilk batin karena mengubah namanya, dari Ricky Yacob menjadi Ricky Yacobi. Penampilan di turnamen President’s Cup yang digelar di Korea Selatan, Juni 1991, juga membuat IGK Manila semakin yakin untuk tidak membawanya ke SEA Games 1991 di Filipina. (Baca Juga: Legendaris Sepak Bola Indonesia Ricky Yacobi Meninggal Dunia )
Pada ajang tersebut, Timnas Indonesia memboyong 18 pemain untuk bersaing di Grup B bersama tuan rumah Filipina, juara bertahan Malaysia, serta Vietnam. Tanpa kehadiran Ricky Yacobi, skuat Merah Putih bertumpu pada nama-nama seperti Aji Santoso, Bambang Nurdiansyah, Rochy Putiray, dan Robby Darwis.
Lihat Juga :