Debby Susanto Prihatin Lihat Media Sosial Cemar oleh Postingan Rasisme

loading...
Debby Susanto Prihatin Lihat Media Sosial Cemar oleh Postingan Rasisme
Debby Susanto Prihatin Lihat Media Sosial Cemar oleh Postingan Rasisme. Foto: PB Djarum
TANGERANG - Debby Susanto mengaku prihatin setelah melihat di media sosial (medsos) ada banyak postingan bernada rasisme . Mantan pebulu tangkis ganda campuran andalan Indonesia itu jadi bersyukur karena tumbuh di lingkungan yang tak mempersoalkan perbedaan.

Lewat postingan di Instagram, Senin (23/11/2020), Debby yang telah menyumbang sederet prestasi untuk Indonesia lewat olahraga bulu tangkis, mengaku sedih dengan prilaku rasisme sejumlah pengguna media sosial yang semakin mudah dijumpai.

Perempuan kelahiran Palembang, Sumatra Selatan, Mei 1989 itu bahkan pernah menjadi korban rasisme langsung. Lewat postingan yang sama, Debby curhat ketika bepergian dengan menumpang taksi online, dirinya pernah disodori pertanyaan mengusik bernada rasisme.

“Aku jawab, saya orang Indonesia, dan saya anak dari pulau Sumatra, Pak,” kata Debby dalam curhatnya. (Baca Juga: Curahan Hati Debby Susanto Usai Memastikan Pensiun )

Debby yang pernah menyumbang medali emas SEA Games 2013 dan 2015 untuk Indonesia pada akhirnya bersyukur karena tumbuh di lingkungan yang tidak mempermasalahkan perbedaan suku dan agama. Menurut Debby, selama di klub maupun di platnas, ia justru merasa kerasan bekerja bareng rekan-rekannya yang berasal dari suku dan agama yang berbeda.



“Dari olahraga ini sejak kecil kami tidak diajarkan untuk mempertanyakan apa agamamu, apa sukumu, karena kami semua berkumpul jadi satu dari berbagai penjuru di seluruh indonesia,” lanjut pemain jebolan PB Djarum.

Menurut Debby, semua agama mengajarkan kebaikan, jadi tergantung pada manusia yang menjalankan agama masing-masing. Sementara itu, perbedaan tidak melulu harus menjadi penghambat dalam kreativitas, kata Debby, perbedaan justru akan membuat manusia lebih keratif dan bijaksana.

“Ada 6 agama yg di percaya oleh masing2 dari kami tapi itu tidak menjadikan kendala dan tolak ukur justru memperbesar rasa toleransi di antara kita semua.Ada rasa saling peduli, saling mengasihi, dan menjadi seperti saudara sendiri,” kata Debby.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top