47 Tim dari Jateng-Yogyakarta Siap Bersaing di LIMA Esports CJYC

loading...
47 Tim dari Jateng-Yogyakarta Siap Bersaing di LIMA Esports CJYC
47 Tim dari Jateng-Yogyakarta Siap Bersaing di LIMA Esports CJYC. Foto: IST
JAKARTA - Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan menjadi regional terakhir di pulau Jawa dalam perhelatan LIMA Esports partner by McDonald’s Central Java and Special Region of Yogyakarta Conference (CJYC). Turnamen yang akan menggelar cabang esports Mobile Legends: Bang Bang ini akan dihadiri oleh 47 tim dari 19 kampus yang siap memberikan kejutan. Perhelatan turnamen ini akan diselenggarakan secara daring pada tanggal 28-29 November.

Dalam tiga conference sebelumnya, terdapat beberapa kejutan seperti tim-tim yang diunggulkan gugur terlebih dahulu dan munculnya tim kuda hitam. Kejutan-kejutan seperti diharapkan oleh Ryan Gozali selaku komisaris dan pendiri dari Liga Mahasiswa (LIMA) akan terjadi kembali di LIMA Esports partner by McDonald’s CJYC. (Baca Juga: MNC Dukung Esports Tumbuh Kian Pesat )

“Conference CJYC adalah sebuah conference yang memiliki sejarah unik dengan LIMA karena peserta dan penontonnya sangat banyak. Kami berharap animo ini akan berlanjut di perhelatan LIMA partner by McDonald’s CJYC,” ucap Ryan.

(Ikuti Survei SINDOnews: Mencari Calon Presiden 2024 )



“Di tiga conference banyak sekali kejutan yang terjadi. Ketidakpastian hasil justru adalah sebuah elemen yang membuat sebuah perhelatan turnamen menjadi menarik. Dengan adanya ketidakpastian yang terjadi di turnamen esports membuat olahraga ini adalah ‘everybody’s game’. Meskipun beberapa tim yang akan ikut serta dalam turnamen ini memiliki pengalaman dan jam terbang yang lebih tinggi, hal tersebut bukan sebuah tolak ukur pemenang. Jadi, saya sangat menantikan kejutan-kejutan yang akan terjadi di conference ini,” tutupnya.

Salah satu kampus yang pernah meraih kursi di delapan besar Mobile Legends Campus Championship (MLCC) 2020, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), akan ikut dalam perhelatan turnamen ini. Manajer dari UKSW, Maximilliano, mengatakan bahwa meskipun status mereka sebagai delapan besar MLCC 2020 akan menjadi sesuatu hal yang membebankan pemain, tim UKSW akan berusaha keras untuk menghilangkan tekanan tersebut dan bermain baik.

“Banyak orang yang mengatakan bahwa tim kami tidak akan kalah karena kami adalah kampus yang meraih delapan besar MLCC 2020. Anggapan itu justru menjadi beban bagi kami. Di turnamen LIMA Esports partner by McDonald’s CJYC ini, kami berharap bisa konsisten, bermain dengan baik, meraih gelar, dan tentunya membuktikkan bahwa kami bisa membanggakan nama UKSW dari game Mobile Legends: Bang Bang ini,” ucap manajer yang memiliki panggilan akrab Maxi itu.



Selain UKSW, rangkaian keempat turnamen LIMA Esports partner by McDonald’s ini akan dihadiri juga oleh beberapa kampus yang pernah bermain di MLCC 2020. Terdapat Universitas Negeri Semarang (Unnes) yang duduk di 32 besar MLCC 2020 dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang duduk di 16 besar MLCC 2020. Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) juga akan ikut serta di mana kampus tersebut memiliki kelas esports.

Selaian keempat kampus di atas, terdapat STMIK Widya Pratama (WP) Pekalongan, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka), IAIN Pekalongan, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, IAIN Surakarta, Universitas PGRI Yogyakarta (UPGRIY), Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang akan ikut serta dalam turnamen ini.

Sama seperti tiga conference sebelumnya, peringkat 3, peringkat 2 dan juara dari masing-masing conference akan berlaga kembali pada LIMA Esports Nationals 2020 yang rencananya akan digelar pada 12-13 Desember mendatang. Akan tetapi, tim yang duduk di peringkat keempat masih memiliki harapan untuk berlaga di LIMA Esports Nationals dengan jalur wildcard.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top