Kategori Beregu Liga PB Djarum 2020 Jadi Tantangan Baru Atlet
Selasa, 08 Desember 2020 - 22:37 WIB
loading...
Pebulutangkis muda PB Djarum Mutiara Ayu Puspitasari saat tampil pada Liga PB Djarum 2020 di GOR Djarum Kudus.
A
A
A
KUDUS - Liga PB Djarum 2020 kategori beregu menyuguhkan 55 pertandingan pada hari kedua di GOR Djarum, Jati, Kudus, Jawa Tengah, Selasa (8/12). Format ini menjadi tantangan baru untuk seluruh atlet-atlet muda PB Djarum yang berpartisipasi di ajang tersebut.
Pelatih PB Djarum Sigit Budiarto mengatakan, setiap partai yang disajikan di Liga PB Djarum 2020 selalu seru dan menarik. Terlebih karena kejuaraan ini tanpa penonton, dan dukungan rekan-rekan setim di pinggir lapangan turut membantu perjuangan sebuah tim.
Baca juga : Demi Olimpiade 2032, KOI Terbang ke Swiss Awal Tahun Depan
“Beban seorang atlet kategori perorangan itu terbilang minim dari pada saat bermain di kategori beregu, karena dia hanya bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Tapi kalau bermain beregu, mereka punya beban kebersamaan bagi timnya,” kata Sigit, Selasa (8/12/2020).
“Dengan pertandingan beregu seperti ini, mereka akan terasah baik dari segi mental maupun kebersamaan untuk membangun sebuah tim yang solid. Ini adalah hal positif. Kelak, di Thomas Cup atau Uber Cup yang sarat dengan pertandingan-pertandingan beregu, mereka sudah sedini mungkin dilatih, bertarung, hingga akhirnya terbiasa beregu,” lanjut peraih Piala Thomas 1998, 2000, dan 2002 ini.
Pelatih PB Djarum Sigit Budiarto mengatakan, setiap partai yang disajikan di Liga PB Djarum 2020 selalu seru dan menarik. Terlebih karena kejuaraan ini tanpa penonton, dan dukungan rekan-rekan setim di pinggir lapangan turut membantu perjuangan sebuah tim.
Baca juga : Demi Olimpiade 2032, KOI Terbang ke Swiss Awal Tahun Depan
“Beban seorang atlet kategori perorangan itu terbilang minim dari pada saat bermain di kategori beregu, karena dia hanya bertanggung jawab untuk dirinya sendiri. Tapi kalau bermain beregu, mereka punya beban kebersamaan bagi timnya,” kata Sigit, Selasa (8/12/2020).
“Dengan pertandingan beregu seperti ini, mereka akan terasah baik dari segi mental maupun kebersamaan untuk membangun sebuah tim yang solid. Ini adalah hal positif. Kelak, di Thomas Cup atau Uber Cup yang sarat dengan pertandingan-pertandingan beregu, mereka sudah sedini mungkin dilatih, bertarung, hingga akhirnya terbiasa beregu,” lanjut peraih Piala Thomas 1998, 2000, dan 2002 ini.
Lihat Juga :