Vonis Ringan Kasus Doping Rusia Kekalahan bagi Dunia Olahraga

Jum'at, 18 Desember 2020 - 19:30 WIB
loading...
Vonis Ringan Kasus Doping...
Pengadilan Arbitrase Olahraga Internasional (CAS) melarang bendera dan tim Rusia pada Olimpiade Tokyo dan Beijing menyusul hukuman atas kasus doping atlet Negeri Beruang Merah. foto : reuters
A A A
SYDNEY - Vonis ringan Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) terhadap Rusia terkait kasus doping atletnya menuai banyak kritik. Pengurangan hukum dinilai menjadi pembenaran atas tindakan perusakan sampel penggunaan doping dalam olahraga.

Kepala Integritas Olahraga Australia David Sharpe menyatakan kekecewaan atas keputusan tiga panel hakim yang salah satunya dari Australia. Menurut dia, sanksi harus dijatuhkan sesuai aturan kepatuhan.

“Jika ini adalah sanksi yang sesuai di bawah aturan kepatuhan saat ini, maka pemerintah, gerakan olahraga, organisasi anti-doping nasional, dan atlet semua harus bersatu setelah keluarnya keputusan penuh dan segera bekerja untuk memperkuat aturan ini,” katanya dilansir abc.net.

Baca juga : Rossi dan Marquez Sama-Sama Binatang Buas di MotoGP, Bedanya di Mana?

Sebelumnya, Badan Anti-Doping Dunia (WADA) merekomendasikan sanksi larangan empat tahun bagi Rusia pada semua olahraga karena merusak data yang merupakan bagian dari penyelidikan selama bertahun-tahun terhadap penggunaan doping oleh atlet Rusia .

Namun, dalam keputusan 186 halaman yang tetap dirahasiakan, panel hakim CAS menguranginya menjadi dua tahun. Hukuman itu hanya berlaku untuk Olimpiade dan Paralimpiade dan tidak berlaku bagi pejabat IOC atau pejabat yang diundang oleh kepala negara untuk menghadiri acara olahraga besar.

Baca juga : Jadwal Live Streaming Pertandingan Sepak Bola di RCTI Plus, Minggu-Senin (20-21/12/2020)

Selain itu, atlet Rusia yang tidak terlibat doping atau menutupi hasil tes positif masih diizinkan untuk tampil di Olimpiade 2020, Olimpiade Musim Dingin 2022, dan Piala Dunia FIFA 2022. Namun, bendera maupun lagu kebangsaan Rusia dilarang sehingga tampil sebagai atlet atau tim netral.

Keputusan ini juga mendapat kritik keras dari Kepala Eksekutif Badan Anti-Doping AS (USADA) Travis Tygart. Menurut dia, satu-satunya yang merayakan keputusan tersebut adalah Rusia dan sisanya menjadi pukulan bagi dunia olahraga.

“Saya pikir itu memberi Rusia klaim kemenangan dan ini mungkin pertama kalinya apa yang mereka katakan itu benar dan akurat,” tegasnya.

Baca juga : Charles Conwell Nodai Rekor Tak Terkalahkan Musuhnya TKO Ronde 9

Dia juga mempertanyakan keputusan memperbolehkan atlet Rusia tampil di ajang olahraga besar. Menurut dia, hal itu akan terlihat konyol ketika mereka mengikuti kualifikasi namun tetap menyandang status wakil dari Rusia.

“Yang saya pikirkan betapa konyolnya ini untuk Piala Dunia 2022 di Qatar. Pada kualifikasi akan ada tim Rusia di bawah bendera Rusia dan kemudian ketika mereka masuk ke turnamen itu sendiri, atau final, mereka akan diberi nama ulang 'atlet netral dari Rusia' - hanya benderanya saja tidak akan. berada di sana,” pungkasnya.
(abr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Eks Juara Dunia Tinju...
Eks Juara Dunia Tinju Lawrence Okolie Gagal Tes Doping Jelang Lawan Tony Yoka
IOC Jajaki Kemungkinan...
IOC Jajaki Kemungkinan Atlet Transgender Dilarang Ikut Cabang Olahraga Putri
Hasil Pertemuan NOC...
Hasil Pertemuan NOC Indonesia di Markas IOC Buntut Penolakan Visa Atlet Israel, Okto: Mereka Memahami Kita
NOC Indonesia Temui...
NOC Indonesia Temui IOC Hari Ini, Bahas Sanksi Buntut Penolakan Atlet Israel
NOC Indonesia Akan Bertemu...
NOC Indonesia Akan Bertemu IOC 28 Oktober, Bahas Sanksi Buntut Penolakan Visa Atlet Israel
Erick Thohir Tegaskan...
Erick Thohir Tegaskan Indonesia Tak Dibekukan IOC, Atlet Tetap Bisa Bertanding
IOC Larang Indonesia...
IOC Larang Indonesia Tuan Rumah Olahraga, DPR Minta Pemerintah Tempuh Langkah Diplomasi
Mengenal Meldonium,...
Mengenal Meldonium, Zat Doping yang Menjerat Atlet Mykhailo Mudryk dan Maria Sharapova
Ingat! Jemaah Perempuan...
Ingat! Jemaah Perempuan Sedang Haid Tidak Wajib Tawaf Wada
Special Bola
Saddil Ramdani Banyak...
Liga Indonesia
Saddil Ramdani Banyak Belajar dari Pertandingan Piala Dunia 2026
Gelandang Timnas Kanada...
Bola Dunia
Gelandang Timnas Kanada Patah Kaki Akibat Tekel Horor Pemain Qatar
Masuk Grup Neraka di...
Liga Indonesia
Masuk Grup Neraka di ACC, Igor Tolic Benahi Kekurangan Persib
Rekomendasi
Asosiasi Dosen Ilmu...
Asosiasi Dosen Ilmu Hukum dan Kriminologi Indonesia: Jokowi Apresiasi UU Polri Baru
Kasus Silmy Karim Cs,...
Kasus Silmy Karim Cs, KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar
Refly Harun Ungkap Dokter...
Refly Harun Ungkap Dokter Tifa Pakai Baju Tahanan atas Kesadaran Sendiri: Biar Dunia Tahu Kalau Kezaliman Terjadi
Berita Terkini
Pulisic Absen, Amerika...
Pulisic Absen, Amerika Serikat Bungkam Australia 2-0 di Piala Dunia 2026
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Ungguli Australia 2-0 di Babak Pertama
Indonesia Perkuat Regenerasi...
Indonesia Perkuat Regenerasi Atlet demi Kuasai Panggung MMA Asia
Saudari Cristiano Ronaldo...
Saudari Cristiano Ronaldo Ngamuk usai Portugal Ditahan Kongo, Bruno Fernandes Ikut Disindir
Nyaris Telanjang, Ivana...
Nyaris Telanjang, Ivana Knoll Bikin Gempar Piala Dunia 2026
Prabowo Panggil John...
Prabowo Panggil John Herdman ke Hambalang, Bahas Roadmap Timnas Indonesia Menuju Piala Dunia 2030
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved