Ini yang Bikin Eriksson Kagum Juergen Klopp di Liverpool
Senin, 21 Desember 2020 - 17:02 WIB
loading...
Pelatih Liverpool Juergen Klopp/Foto/dok SINDOnews
A
A
A
LIVERPOOL - Mantan pelatih timnas Inggris Sven-Goran Eriksson berdecak kagum seusai Liverpool membantai Crystal Palace 7-0 pada pekan ke-14 Liga Primer Inggris 2020/2021, di Selhurst Park, Minggu (20/12/2020).
Kemenangan itu membawa Liverpool memuncaki klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Juru taktik veteran, Sven-Goran Eriksson, pun menyanjung kinerja Pelatih Juergen Klopp sebagai manajer Liverpool. (Baca juga: Liverpool Siksa Crystal Palace 7 Gol Tanpa Balas ).
Menurut Eriksson, Klopp telah melakukan pekerjaan luar biasa dengan mengembalikan wajah lama Liverpool sebagai tim yang disegani seperti dulu.
Klopp datang ke Liverpool menggantikan Brendan Rodgers pada pertengahan musim 2015/2016. Klopp yang punya pengalaman manis di Borussia Dortmund, melakukan hal serupa di Liverpool. (Baca juga: Real Madrid Lanjutkan Hegemoni, Jaga Kans Pertahankan Gelar LaLiga ).
Namun, awal era Klopp di Liverpool tidak berjalan mulus. Liverpool mampu tampil apik, tetapi kerap gagal meraih trofi. Meski begitu, masa sulit itu dibutuhkan Liverpool untuk berkembang menjadi tim kuat dan bermental baja seperti sekarang. (Baca juga: Menang Besar di Kandang, MU Buka Peluang Juarai Liga Primer ).
Kemenangan itu membawa Liverpool memuncaki klasemen sementara dengan koleksi 31 poin. Juru taktik veteran, Sven-Goran Eriksson, pun menyanjung kinerja Pelatih Juergen Klopp sebagai manajer Liverpool. (Baca juga: Liverpool Siksa Crystal Palace 7 Gol Tanpa Balas ).
Menurut Eriksson, Klopp telah melakukan pekerjaan luar biasa dengan mengembalikan wajah lama Liverpool sebagai tim yang disegani seperti dulu.
Klopp datang ke Liverpool menggantikan Brendan Rodgers pada pertengahan musim 2015/2016. Klopp yang punya pengalaman manis di Borussia Dortmund, melakukan hal serupa di Liverpool. (Baca juga: Real Madrid Lanjutkan Hegemoni, Jaga Kans Pertahankan Gelar LaLiga ).
Namun, awal era Klopp di Liverpool tidak berjalan mulus. Liverpool mampu tampil apik, tetapi kerap gagal meraih trofi. Meski begitu, masa sulit itu dibutuhkan Liverpool untuk berkembang menjadi tim kuat dan bermental baja seperti sekarang. (Baca juga: Menang Besar di Kandang, MU Buka Peluang Juarai Liga Primer ).
Lihat Juga :