Serbia dan Hungaria Mulai Program Vaksin untuk Atlet Olimpiade
Sabtu, 30 Januari 2021 - 23:58 WIB
loading...
Serbia dan Hungaria Mulai Program Vaksin untuk Atlet Olimpiade. Foto: The Guardian
A
A
A
JAKARTA - Sebuah upaya dilakukan Hungaria dan Serbia dengan memulai vaksinasi Covid-19 terhadap para atlet Olimpiade mereka pada Jumat 28 Januari 2021. Hal itu dilakukan ketika Eropa menghadapi penundaan pasokan vaksin.
Uni Eropa pada Kamis memperingatkan perusahaan obat, bahwa mereka akan menggunakan semua cara legal atau bahkan memblokir ekspor kecuali mereka setuju untuk memberikan suntikan seperti yang dijanjikan. Presiden IOC Thomas Bach mengatakan, bahwa organisasi tersebut tidak berpihak pada para atlet yang "melompati antrean" untuk mendapatkan vaksin.
Beberapa atlet Kanada, yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, menyatakan, bahwa menerima vaksin sebelum orang yang lebih membutuhkan akan merusak makna menjadi seorang Olympian.
Baca Juga: Kemenpora Usul Atlet dari 17 Cabang Olahraga Dapat Prioritas Vaksin
Sementara itu, Komite Olimpiade Hungaria (HOC) menyatakan 868 atlet dipilih untuk inokulasi karena mereka memiliki peluang untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, yang ditunda dari 2020 hingga musim panas ini, atau Olimpiade Musim Dingin Beijing yang akan diadakan pada 2022.
"Salah satu (faktor) adalah partisipasi yang aman dalam kualifikasi di luar negeri, yang lainnya adalah hilangnya performa karena beberapa bulan pelatihan yang dilewati karena infeksi,” kata HOC, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/1/2021).
Hungaria baru saja menyelesaikan vaksinasi untuk tenaga medis dan mulai menyuntik orang tua. Masyarakat umum akan mulai mendapatkan suntikan bulan depan, menurut Perdana Menteri Viktor Orban. Lalu, HOC menyatakan para atlet akan mendapatkan suntikan vaksin Moderna sesuai dengan jadwal kamp pelatihan dan turnamen kualifikasi mereka.
Uni Eropa pada Kamis memperingatkan perusahaan obat, bahwa mereka akan menggunakan semua cara legal atau bahkan memblokir ekspor kecuali mereka setuju untuk memberikan suntikan seperti yang dijanjikan. Presiden IOC Thomas Bach mengatakan, bahwa organisasi tersebut tidak berpihak pada para atlet yang "melompati antrean" untuk mendapatkan vaksin.
Beberapa atlet Kanada, yang akan berlaga di Olimpiade Tokyo 2020, menyatakan, bahwa menerima vaksin sebelum orang yang lebih membutuhkan akan merusak makna menjadi seorang Olympian.
Baca Juga: Kemenpora Usul Atlet dari 17 Cabang Olahraga Dapat Prioritas Vaksin
Sementara itu, Komite Olimpiade Hungaria (HOC) menyatakan 868 atlet dipilih untuk inokulasi karena mereka memiliki peluang untuk lolos ke Olimpiade Tokyo 2020, yang ditunda dari 2020 hingga musim panas ini, atau Olimpiade Musim Dingin Beijing yang akan diadakan pada 2022.
"Salah satu (faktor) adalah partisipasi yang aman dalam kualifikasi di luar negeri, yang lainnya adalah hilangnya performa karena beberapa bulan pelatihan yang dilewati karena infeksi,” kata HOC, seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (30/1/2021).
Hungaria baru saja menyelesaikan vaksinasi untuk tenaga medis dan mulai menyuntik orang tua. Masyarakat umum akan mulai mendapatkan suntikan bulan depan, menurut Perdana Menteri Viktor Orban. Lalu, HOC menyatakan para atlet akan mendapatkan suntikan vaksin Moderna sesuai dengan jadwal kamp pelatihan dan turnamen kualifikasi mereka.
Lihat Juga :