Zlatan Ibrahimovic Diberi Hak Istimewa di Milan
Jum'at, 12 Februari 2021 - 07:02 WIB
loading...
Posisi Zlatan Ibrahimovic begitu penting di AC Milan/Foto/AS.com
A
A
A
MILAN - Posisi Zlatan Ibrahimovic begitu penting di AC Milan . Bahkan, mantan pemain Manchester United itu memiliki hak istimewa dan "pengecualian untuk semua aturan". Ibra spesial bagi Rossoneri dan segala sesuatu bisa terjadi terkait perpanjangan kontraknya di Milan.
Salah satu faktor yang menyebabkan kebangkitan AC Milan saat ini adalah perekrutan Zlatan Ibrahimovic di bursa transfer musim dingin 2020. Meski awalnya sempat diragukan, namun bomber Swedia itu mampu membuktikan diri bisa memberi dampak besar pada tim.
Baca juga: Guardiola Bangga Man City Ukir Rekor Usai Lolos ke Perempat Final Piala FA .Pada awalnya, sempat diragukan apakah Milan akan benar-benar merekrut kembali Ibrahimovic. Sebab, CEO AC Milan, Ivan Gazidis , menginginkan agar skuat Rossoneri dipenuhi oleh para pemain muda potensial.
Rekam jejak Gazidis dalam membentuk skuat muda sejatinya sudah terlihat sangat jelas kala ia masih berada di Arsenal. Di sisi lain, Ibrahimovic pada saat itu sudah berusia 38 tahun, yang tentunya sangat bertentangan dengan proyek yang ingin dibangun Gazidis.
Baca juga: Terancam Dipecat Napoli, Gattuso Persilakan Publik Tanyakan Petinggi Klub .
Kendati demikian, pada akhirnya Milan tetap menggaet Ibrahimovic. Hanya saja, ada isu yang sempat menyebar bahwa Gazidis tidak senang dengan kehadiran eks penyerang Juventus tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkannya.
Tapi, Ibra membutkiakn kualitasnya. Meski berusia 39 tahun, dia terus bersinar di Serie A dan memiliki 14 gol hanya dalam 11 penampilan liga untuk Rossoneri yang berada di puncak klasemen. Brace dalam kemennagan 4-0 atas Crotone pada akhir pekan membuat Ibrahimovic melampaui 500 gol dalam kariernya.
Baca juga: Koeman Respon Anggapan Umtiti Sebagai Biang Kerok Tumbangnya Barcelona .
Mencoba membantah kabar ini, Gazidis menjelaskan bahwa Ibrahimovic adalah pengecualian. Dia tetap bersedia mempekerjakan Ibrahimovic meski sudah tak lagi muda. Pria berkebangsaan Afrika Selatan itu bahkan akan dengan senang hati membicarakan kontrak baru dengan Ibrahimovic.
Salah satu faktor yang menyebabkan kebangkitan AC Milan saat ini adalah perekrutan Zlatan Ibrahimovic di bursa transfer musim dingin 2020. Meski awalnya sempat diragukan, namun bomber Swedia itu mampu membuktikan diri bisa memberi dampak besar pada tim.
Baca juga: Guardiola Bangga Man City Ukir Rekor Usai Lolos ke Perempat Final Piala FA .Pada awalnya, sempat diragukan apakah Milan akan benar-benar merekrut kembali Ibrahimovic. Sebab, CEO AC Milan, Ivan Gazidis , menginginkan agar skuat Rossoneri dipenuhi oleh para pemain muda potensial.
Rekam jejak Gazidis dalam membentuk skuat muda sejatinya sudah terlihat sangat jelas kala ia masih berada di Arsenal. Di sisi lain, Ibrahimovic pada saat itu sudah berusia 38 tahun, yang tentunya sangat bertentangan dengan proyek yang ingin dibangun Gazidis.
Baca juga: Terancam Dipecat Napoli, Gattuso Persilakan Publik Tanyakan Petinggi Klub .
Kendati demikian, pada akhirnya Milan tetap menggaet Ibrahimovic. Hanya saja, ada isu yang sempat menyebar bahwa Gazidis tidak senang dengan kehadiran eks penyerang Juventus tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan kriteria yang diinginkannya.
Tapi, Ibra membutkiakn kualitasnya. Meski berusia 39 tahun, dia terus bersinar di Serie A dan memiliki 14 gol hanya dalam 11 penampilan liga untuk Rossoneri yang berada di puncak klasemen. Brace dalam kemennagan 4-0 atas Crotone pada akhir pekan membuat Ibrahimovic melampaui 500 gol dalam kariernya.
Baca juga: Koeman Respon Anggapan Umtiti Sebagai Biang Kerok Tumbangnya Barcelona .
Mencoba membantah kabar ini, Gazidis menjelaskan bahwa Ibrahimovic adalah pengecualian. Dia tetap bersedia mempekerjakan Ibrahimovic meski sudah tak lagi muda. Pria berkebangsaan Afrika Selatan itu bahkan akan dengan senang hati membicarakan kontrak baru dengan Ibrahimovic.
Lihat Juga :