Claudio Costa Beberkan Resep Rossi Betah di MotoGP
Minggu, 21 Februari 2021 - 18:02 WIB
loading...
A
A
A
"Awalnya saya merawatnya saat dia jatuh saat berkompetisi dengan moped di Tavullia. Suatu hari sang ibu memberi tahu saya bahwa dia ingin Valentino mengambil gelar. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia akan memenangkan lebih banyak gelar dengan balapan dengan motor," kenang Costa.
Baca juga: Dorna Sports Optimis Balapan GP Qatar di MotoGP 2021 Berlangsung Aman
Pertemanan Costa dan Rossi sempat retak ketika kakak tiri Luca Marini itu meragukan kemampuan Costa dalam menangani cedera fibula yang terjadi pada 2010 lalu. Saat itu, pembalap asal Tavullia, Italia, menolak untuk mendapatkan perawatan dari Costa lantaran khawatir cedera yang menimpanya justru semakin memperburuknya.
Tapi Costa tidak merasa tersinggung dengan pernyataan Rossi . Bahkan selama bertahun-tahun ia masih meminta maaf pada juara dunia sembilan kali di empat kelas berbeda tersebut.
"Sebagai seorang dokter, saya harus menerima keraguannya ini, mencoba untuk memahaminya, membuatnya mengerti bahwa saya tidak akan pernah melakukan kesalahan apapun terhadapnya, jika tidak membiarkan dia memenangkan perlombaan dan kejuaraan dunia. Ketika operasi yang sama dilakukan pada akhir tahun, saya berharap akan datang kepada saya, tetapi itu tidak terjadi. Saya yang melakukan kesalahan meskipun dia memprovokasi saya," imbuh Costa.
Baca juga: Dorna Sports Optimis Balapan GP Qatar di MotoGP 2021 Berlangsung Aman
Pertemanan Costa dan Rossi sempat retak ketika kakak tiri Luca Marini itu meragukan kemampuan Costa dalam menangani cedera fibula yang terjadi pada 2010 lalu. Saat itu, pembalap asal Tavullia, Italia, menolak untuk mendapatkan perawatan dari Costa lantaran khawatir cedera yang menimpanya justru semakin memperburuknya.
Tapi Costa tidak merasa tersinggung dengan pernyataan Rossi . Bahkan selama bertahun-tahun ia masih meminta maaf pada juara dunia sembilan kali di empat kelas berbeda tersebut.
"Sebagai seorang dokter, saya harus menerima keraguannya ini, mencoba untuk memahaminya, membuatnya mengerti bahwa saya tidak akan pernah melakukan kesalahan apapun terhadapnya, jika tidak membiarkan dia memenangkan perlombaan dan kejuaraan dunia. Ketika operasi yang sama dilakukan pada akhir tahun, saya berharap akan datang kepada saya, tetapi itu tidak terjadi. Saya yang melakukan kesalahan meskipun dia memprovokasi saya," imbuh Costa.
(mirz)
Lihat Juga :