Claudio Costa Beberkan Resep Rossi Betah di MotoGP

loading...
Claudio Costa Beberkan Resep Rossi Betah di MotoGP
Dr Claudio Costa membeberkan mengenai rahasia Valentino Rossi memiliki umur yang panjang alias betah mengaspal di MotoGP / Foto: Corsedimoto
ROMAGNA - Dr Claudio Costa membeberkan mengenai rahasia Valentino Rossi memiliki umur yang panjang alias betah mengaspal di MotoGP . Dalam sebuah kesempatan berbicara dengan La Gazzetta dello Sport, dia menuturkan bahwa ia selalu bersenang-senang selama beradu strategi di lintasan pacuan kuda besi.

"Permainan. Dia selalu membalap dengan bersenang-senang. Hebat," jelas Costa, Minggu (21/2/2021).

Costa dan Rossi diketahui sudah lama saling kenal. Bahkan saat The Doctor masih anak-anak ia sudah mengenal ayahnya.

Baca juga: Valentino Rossi Antara Rekor yang Mungkin dan Tidak Mungkin



Awal mula pertemuan mantan kepala Mobile Clinic dengan Rossi terjadi ketika kekasih Francesca Sofia Novello itu jatuh saat berkompetisi balap motor di Tavuliia. Sejak itu, ia pun mulai mengetahui potensi terpendam dari pemilik nomor 46 tersebut.

"Awalnya saya merawatnya saat dia jatuh saat berkompetisi dengan moped di Tavullia. Suatu hari sang ibu memberi tahu saya bahwa dia ingin Valentino mengambil gelar. Saya mengatakan kepadanya bahwa dia akan memenangkan lebih banyak gelar dengan balapan dengan motor," kenang Costa.

Baca juga: Dorna Sports Optimis Balapan GP Qatar di MotoGP 2021 Berlangsung Aman



Pertemanan Costa dan Rossi sempat retak ketika kakak tiri Luca Marini itu meragukan kemampuan Costa dalam menangani cedera fibula yang terjadi pada 2010 lalu. Saat itu, pembalap asal Tavullia, Italia, menolak untuk mendapatkan perawatan dari Costa lantaran khawatir cedera yang menimpanya justru semakin memperburuknya.

Tapi Costa tidak merasa tersinggung dengan pernyataan Rossi . Bahkan selama bertahun-tahun ia masih meminta maaf pada juara dunia sembilan kali di empat kelas berbeda tersebut.

"Sebagai seorang dokter, saya harus menerima keraguannya ini, mencoba untuk memahaminya, membuatnya mengerti bahwa saya tidak akan pernah melakukan kesalahan apapun terhadapnya, jika tidak membiarkan dia memenangkan perlombaan dan kejuaraan dunia. Ketika operasi yang sama dilakukan pada akhir tahun, saya berharap akan datang kepada saya, tetapi itu tidak terjadi. Saya yang melakukan kesalahan meskipun dia memprovokasi saya," imbuh Costa.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top