alexametrics

Akibat Ditunda, Nasib Piala Eropa 2020 Semakin Tak Jelas

loading...
Akibat Ditunda, Nasib Piala Eropa 2020 Semakin Tak Jelas
Trofi Piala Eropa 2020. Foto: Inside The Games
A+ A-
NYON - Badan Sepak bola Eropa (UEFA) kembali menunda rapat terkait Piala Eropa 2020. Agenda penting tersebut rencananya digelar 27 Mei 2020 tapi digeser menjadi 17 Juni 2020.

Penundaan rapat Komite Eksekutif UEFA terjadi lantaran nasib turnamen Piala Eropa 2020 yang semakin tidak jelas. Seperti kita ketahui, turnamen itu seharusnya digelar tahun ini, akan tetapi ditunda ke tahun depan akibat wabah virus corona.

Celakanya, sebelum corona mewabah, Piala Eropa 2020 disusun dengan konsep berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni melibatkan 12 negara tuan rumah. Dengan adanya wabah seperti sekarang, beberapa tuan rumah menyatakan mundur.

"Sejumlah kecil tempat (tuan rumah, red) yang diusulkan untuk Piala Eropa 2020" demikian pernyataan UEFA terkait penundaan rapat Komite Eksekutif.



Presiden UEFA, Aleksander Caferin, menyebut saat ini cuma tinggal tiga kota (dari tiga negara) yang siap menyelenggarakan turnamen. Artinya, sudah sembilan negara yang mundur dari pesta sepak bola terbesar se-Eropa tersebut.

"Dengan tiga kota, kami memiliki beberapa masalah," kata Caferin. (Baca juga: Bek Fiorentina Tidak Sadar Idap Virus Corona Selama 60 Hari)



Sebelum corona mewabah, atau tepatnya ketika Piala Eropa 2020 masih on the track, sebanyak 12 negara siap memeriahkan pesta sepak bola tersebut. Berikut daftar 12 negara tersebut.

Allianz Arena (Muenchen, Jerman)
Olimpico (Roma, Italia)
Stadion Olimpiade (Baku, Azerbaijan)
Krestovsky (Saint Petersburg, Rusia)
Puskar Arena (Budapest, Hongaria)
Arena Nationala (Bucharest, Rumania)
Johan Cruijff Arena (Amsterdam, Belanda)
San Mames (Bilbao, Spanyol)
Hampden Park (Glasgow, Skotlandia)
Aviva (Dublin, Republik Irlandia)
Parken (Kopenhagen, Denmark)
Stadion Wembley (London, Inggris)
(mirz)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak