Menpora Amali : Hambalang Belum Tentu Menjadi Pilihan untuk Pemusatan Latihan

loading...
Menpora Amali : Hambalang Belum Tentu Menjadi Pilihan untuk Pemusatan Latihan
Terkait mengenai Hambalang yang akan dibangun lagi dan digunakan sebagai pemusatan latihan olahraga nasional mendapat tanggapan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali. Foto: twitter
JAKARTA - Terkait maraknya pemberitaan mengenai Hambalang yang akan dibangun lagi dan digunakan sebagai pemusatan latihan olahraga nasional langsung mendapat tanggapan dari Menteri Pemuda dan Olahraga ( Menpora ) Zainudin Amali. Menpora Amali memastikan belum tentu Hambalang menjadi tempat pemusatan olahraga nasional.

Baca Juga: Arema FC Hentikan Perburuan Pemain Jelang Piala Menpora 2021

Dalam grand desain olahraga nasional, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) memang membutuhkan tempat pemusatan latihan yang terpadu untuk atlet dalam tingkatan elit usia 18 tahun ke atas yang sudah siap untuk mengikuti beberapa event internasional.

"Memang kita fokus pembinaan untuk pemusatan latihan. Setelah hasil seleksi dari pembinaan (usia SMP) di 10 sentra di daerah, kemudian dilatih selama 3 tahun dalam pembinaan yunior (usia SMA) di SKO Cibubur," kata Menpora Amali.



"Tetapi Hambalang belum bisa dipastikan akan digunakan, hanya menjadi pilihan utama karena Hambalang itu sudah tercatat dalam aset negara di Kemenpora. Namun demikian harus dipastikan terlebih dahulu kelayakan aspek teknisnya, dan juga yang tidak kalah penting aspek yuridisnya (karena Hambalang ini sempat ada masalah hukum)," tambah Menpora.

Oleh karena itu Menpora Amali meminta kepada publik dan stakeholder olahraga untuk tidak terlalu langsung menyimpulkan. Sekali lagi Menpora menegaskan bahwa belum tentu Hambalang menjadi pilihan satu-satunya dan akan digunakan.

Baca Juga: Persib Laga di Piala Menpora, Yana Minta Warga Bandung Dukung dari Rumah

"Kepada publik olahraga jangan langsung menyimpulkan bahwa Hambalang akan segera dibangun kembali. Kita juga masih mempertimbangkan alternatif lain, bila pilihan lain itu lebih baik untuk digunakan maka kita tentu akan mempertimbangkan dari sisi teknis dan yuridisnya.
(mirz)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top