alexametrics

Pemerintah Rencanakan Karantina Pendatang, F1 GP Inggris Terancam Batal

loading...
Pemerintah Rencanakan Karantina Pendatang, F1 GP Inggris Terancam Batal
Formula Satu (F1) Grand Prix (GP) Inggris terancam batal digelar jika pemerintah menerapkan rencana karantina/Foto/Reuters
A+ A-
LONDON - Formula Satu (F1) Grand Prix (GP) Inggris terancam batal digelar jika pemerintah menerapkan rencana karantina. GP Inggris digelar di Sirkuit Silverstone dan memengaruhi puluhan ribu pekerjaan terkait F1 jika pengecualian tidak diberikan untuk olahraga jet darat tersebut.

F1 berencana memulai musim tanpa penonton di Sirkuit Red Bull Ring di Austria mulai 3-5 Juli, diikuti Grand Prix Inggris di Silverstone, yang juga tanpa penonton sebelum berakhir di seri pamungkas di Sirkuit Yas Island, Abu Dhabi pada bulan Desember 2020. (Baca juga: Alonso Kembali ke Formula 1 Musim 2021).

Para menteri mengatakan mereka merencanakan karantina 14 hari bagi kebanyakan orang yang tiba di Inggris dalam beberapa pekan mendatang untuk mencegah puncak kedua pandemi Covid-19.



F1 di Silverstone tahun ini menandai peringatan 70 tahun menjadi tuan rumah balapan kejuaraan dunia pertama. "Karantina 14 hari akan membuat tidak mungkin menggelar Grand Prix Inggris tahun ini," kata juru bicara Formula Satu, Selasa (19/5/2020).

“Ini memiliki dampak besar pada puluhan ribu pekerjaan terkait dengan F1 dan rantai pasokan. Jika semua olahraga elite ingin kembali ke TV, maka pengecualian harus diberikan."

Tujuh dari 10 tim F1 berbasis di Inggris dan rencana untuk musim ini, yang belum dimulai karena pandemi, akan terganggu oleh tim yang dipaksa menjalani karantina dua minggu setiap kali mereka kembali dari luar negeri.

Formula Satu berencana untuk mengadakan balapan Austria dalam 'gelembung' terkontrol, dengan semua anggota tim diuji berulang kali untuk mendeteksi virus corona, bepergian dengan penerbangan charter dan menghindari kontak dengan siapa pun di luar paddock.

"Kami akan melakukan perjalanan kembali ke Inggris menggunakan pesawat yang diduduki hanya kru F1 dan semua staf akan diuji, membuat karantina sama sekali tidak diperlukan," kata juru bicara itu.

Austria adalah salah satu negara yang paling sedikit terpengaruh oleh Covid-19 di Eropa, tetapi semua orang yang pergi ke Silverstone juga akan diisolasi.

Karantina juga mengancam kemajuan klub sepak bola Inggris di Eropa jika masih berlaku setelah pertandingan dilanjutkan. Manchester City dan Chelsea berada di Liga Champions sementara Manchester United, Wolverhampton Wanderers dan Glasgow Rangers Skotlandia tetap berada dalam kompetisi Liga Europa. Tidak ada komentar langsung dari Liga Primer atau klub terkait itu.

Ditanya di parlemen pada hari Senin tentang pengecualian untuk olahraga, Menteri Transportasi Grant Shapps mengatakan bahwa awalnya aturan itu menjadi pendekatan yang mencakup seluruh sasaran program. Pemerintah Inggris sedang dalam 'diskusi aktif' membicarakantentang apa lagi yang bisa dilakukan.

“Kami memang harus mempertimbangkan perbaikan lebih lanjut. Misalnya, hal-hal seperti air bridge, yang memungkinkan orang-orang dari negara lain yang telah mencapai tingkat infeksi virus corona yang lebih rendah,” katanya.

Formula Satu belum menerbitkan kalender revisi 2020 tetapi ketua Chase Carey mengatakan venue yang sebelumnya tidak untuk tuan rumah lomba bisa dianggap sebagai bagian dari kemungkinan perencanaan.

Itu bisa berarti Hockenheim Jerman, yang telah berdiskusi dengan F1, bisa menjadi lanjutan dari Austria untuk menggantikan Silverstone jika memang tak memungkinkan. Maka, akan ada lebih banyak balapan di akhir pekan berturut-turut di Eropa sebelum tim harus kembali ke Inggris lagi.
(sha)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak