alexametrics

PBSI Ungkap Alasan Owi Berstatus Magang di Pelatnas

loading...
PBSI Ungkap Alasan Owi Berstatus Magang di Pelatnas
Foto/Instagram Tontowi Ahmad
A+ A-
JAKARTA - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) angkat bicara terkait status pemain magang Tontowi Ahmad di pemusatan latihan nasional (pelatnas). Federasi menyatakan opsi tersebut ditempuh agar peraih medali emas Olimpiade Rio de Jenairo itu tetap bisa berlatih meski tanpa pasangan pada nomor ganda campuran.

Owi—panggilan Tontowi—menyusul partner terbaiknya, Liliyana Natsir, memutuskan pensiun dari kompetisi bulu tangkis profesional dunia. Selain karena faktor prestasi yang menurun akibat belum mendapatkan pasangan yang tepat, status pemain magang pelatnas turut memengaruhi keputusan pengoleksi dua gelar juara dunia tersebut. (Baca: Tontowi Ahmad Pamit dari Bulu Tangkis)

Padahal, sebelumnya karier Owi di dunia bulu tangkis sangat mentereng. Hal ini tidak lepas dari keputusan Liliyana yang memutuskan mengundurkan diri pada awal 2018. Dia kemudian dipasangkan dengan pemain muda Winny Oktavina Kandow. Bersama Winny, Owi diberikan kesempatan untuk bersaing dengan pasangan ganda campuran lainnya untuk memperebutkan tiket ke Olimpiade Tokyo 2020.



Selama 2019, Owi/Winny mengikuti 19 turnamen dan hasil akhirnya poin peringkat mereka masih terlalu jauh untuk lolos kualifikasi Olimpiade. Mereka masih belum bisa melampaui dua ganda campuran Indonesia yang peringkatnya lebih tinggi, yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja.

Waktu promosi dan degradasi awal tahun 2020, Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI Richard Mainaky melaporkan bahwa Winny akan dipasangkan kembali bersama partner sebelumnya, yaitu Akbar Bintang Cahyono.

"Otomatis kalau kembali berpasangan dengan Akbar, berarti Winny tidak berpasangan lagi sama Tontowi. Situasi ini membuat Tontowi sementara itu belum ada pasangan bermain. Namun, di situasi seperti itu, PBSI tetap memberikan kesempatan kepada Tontowi, tapi dengan status Surat Keputusan Magang, karena belum punya pasangan tetap," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti, dilansir PBSI, kemarin.

Susy mengatakan saat itu Tontowi memang direncanakan akan berpasangan dengan Apriyani Rahayu. Keduanya bahkan sempat dipasangkan pada ajang Indonesia Masters 2020 dan lolos babak kualifikasi meski belum pernah menjalani latihan bersama. (Baca juga: Gaya Main, Emas Olimpiade, dan Juara Dunia Owi Disorot BWF)

Namun, pasangan ini tidak menemui kejelasan dan tidak berlanjut ke ajang Thailand Masters 2020 lantaran Apriyani harus mengejar poin Olimpiade 2020 pada nomor ganda putri. Selain itu, bersama pasangannya, Greysia Polii, Apriyani telah lolos ke ajang olahraga terbesar di dunia tersebut.

Di tengah kondisi tersebut, PBSI menyatakan masih memberi kesempatan pengiriman ke turnamen-turnamen untuk Owi. Namun, seluruh program harus disertai dengan target yang jelas. Masih menggantungnya soal pasangan bermain serta target ini membuat PBSI memberikan SK Magang kepada Tontowi dengan kesempatan empat kali try out. Jika hasilnya baik, akan ada penghargaan berupa extra try out untuk Tontowi. Hal ini juga berlaku bagi semua atlet pelatnas.

"Kami harus bisa bijak dalam mengatur prioritas hingga anggaran pengiriman pemain terutama bagi mereka yang diprogramkan untuk Olimpiade Tokyo 2020," ujarnya. (Abriandi)
(ysw)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak