Atlet Biliar Handicap 4 Juarai 9 Ball Open Tournament di Pekanbaru

loading...
Atlet Biliar Handicap 4 Juarai 9 Ball Open Tournament di Pekanbaru
Atlet Biliar Handicap 4 Juarai 9 Ball Open Tournament di Pekanbaru. Foto: MNC Media
PEKANBARU - Rieza keluar sebagai juara dalam 9 Ball Open Tournament di Pekanbaru, Riau, yang berakhir 4 April 2021. Atlet Abege Biliar Club itu berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp10 juta.

Turnamen gabungan atlet handicap (HC) 4, 5, 6, non prestasi dan pelajar itu menyediakan hadiah total Rp24,8 juta. Runner up, dan para semifinalis berhak atas hadiah uang masing-masing sebesar Rp5 juta, Rp2,5 juta dan Rp1,5 juta. Sedangkan 8 besar menerima hadiah Rp750 ribu dan mereka yang lolos 16 besar mendapat hadiah Rp350 ribu.

Baca Juga: Pebiliar Jawa Barat Irsal Nasution Menjuarai Turnamen POBSI CUP IV di Palembang

Pertandingan 9 Ball Open Tournament Pekanbaru menggunakan sistem voor bola, sesuai kelas handicap dan bagan terpisah hingga babak semi final.

Pada babak itu, satu orang dari atlet non prestasi maupun pelajar tetap berhak menjadi juara dan memiliki kesempatan untuk menjadi juara turnamen sesuai sistem yang telah dibuat dan disesuaikan sebelumnya.



Namun, sesuai berjalannya pertandingan, kesempatan menjadi juara memang belum bisa dicapai oleh atlet non prestasi maupun pelajar.

Di babak final, Reza berhasil mengalahkan Endo atlet handicap 5 dari RBC Pekanbaru dengan skor akhir 9-5, sekaligus menempatkan Endo pada posisi runner up.

Sedangkan juara ketiga atau semifinalis I berhasil diraih Farhan handicap 5 asal Riau dan semifinalis II diraih oleh Meiko atlet pelajar Pekanbaru.

Ketua Community Billiard Pekanbaru (CBP), Supriyanto, selain mengucapkan selamat kepada para juara, juga mengharapkan agar kemenangan tersebut sebagai motivasi untuk terus bersemangat meningkatkan keahlian ke depan.

Terkait penyelenggaraan turnamen gabungan, ia mengaku hal itu sebagai strategi baru yang sedikit berbeda dari sebelumnya. Selain itu, program ini juga sebagai tolok ukur keseriusan serta ajang evaluasi bagi para atlet senior dalam menghadapi lawan.



"Jadi, dalam program ini banyak yang bisa dihasilkan, mengasah keahlian generasi baru dan juga menjadi bahan tolok ukur bagi para atlet senior untuk menilai keahlian mereka sendiri. Apakah keahlian makin meningkat atau malah menurun," jelasnya.

Program seperti ini katanya, juga akan terus dikembangkan, sehingga keahlian para generasi baru maupun atlet senior terus meningkat.

"Ke depan ini juga akan terlihat, siapa yang serius berlatih akan makin maju, begitu juga sebaliknya. Ini juga berlaku bagi para senior, jangan sampai berkecil hati ketika ada generasi baru yang terus meningkat. Karena itulah hukumnya dalam olahraga, mengejar prestasi dan lainnya. Untuk itu terus fokus dan serius," tuturnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top