Guardiola Tidak Nyaman, Man City Mundur dari Liga Super Eropa
Rabu, 21 April 2021 - 15:03 WIB
loading...
Pep Guardiola mengatakan, dirinya beserta pelatih dari klub lain yang memisahkan diri terkait pembentukan Liga Super Eropa merasa ditempatkan dalam posisi yang tidak nyaman / Foto: Instagram Pep Guardiola
A
A
A
MANCHESTER - Pep Guardiola mengatakan, dirinya beserta pelatih dari klub lain yang memisahkan diri terkait pembentukan Liga Super Eropa merasa ditempatkan dalam posisi yang tidak nyaman. Dikatakannya, meskipun The Citizens ikut tergabung bersama 12 tim lainnya, namun ia mengatakan bahwa proyek ini bukanlah olahraga kalau pun pada akhirnya mendapatkan kesuksesan.
"Ini bukan olahraga ketika hubungan antara usaha dan penghargaan tidak ada. Bukan olahraga jika kesuksesan sudah dijamin, bukan olahraga jika tidak masalah jika Anda kalah," ungkap Guardiola dikutip dari Marca, Rabu (21/4/2021).
BACA JUGA: Chelsea Cuma Pungut Satu Poin di Stamford Bridge
Man City tergabung dalam pembentukan European Super League (ESL) bersama 11 tim lainnya, yakni Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, Arsenal, Juventus, Inter Milan, AC milan, Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid. Namun demikian, Guardiola berpendapat bahwa Liga Super Eropa menghilangkan ketidakpastian kualifikasi dan risiko pendapatan yang menyertainya.
"Tidak adil bila satu tim bertarung, bertarung, bertarung, sampai di puncak dan setelahnya tidak bisa lolos karena kesuksesan sudah dijamin hanya untuk beberapa klub. Orang-orang mengatakan lima klub bisa naik dan memainkan kompetisi ini, tapi apa yang terjadi jika 15 klub ini tidak memainkan musim yang bagus dan akan berada di sana. Ini bukan olahraga," tegas Guardiola.
BACA JUGA: Sergio Aguero Sebentar Lagi Jadi Pengganti Lionel Messi di Barcelona?
Inilah yang membuat Guardiola merasa tidak nyaman, karena dia harus menjawab setiap pertanyaan yang muncul di konferensi pers. Yang diinginkan pelatih berkepala plontos itu adalah pejabat klub menjelaskan secara rinci tentang proyek ini.
"Ini bukan olahraga ketika hubungan antara usaha dan penghargaan tidak ada. Bukan olahraga jika kesuksesan sudah dijamin, bukan olahraga jika tidak masalah jika Anda kalah," ungkap Guardiola dikutip dari Marca, Rabu (21/4/2021).
BACA JUGA: Chelsea Cuma Pungut Satu Poin di Stamford Bridge
Man City tergabung dalam pembentukan European Super League (ESL) bersama 11 tim lainnya, yakni Manchester United, Chelsea, Liverpool, Tottenham Hotspur, Arsenal, Juventus, Inter Milan, AC milan, Real Madrid, Barcelona dan Atletico Madrid. Namun demikian, Guardiola berpendapat bahwa Liga Super Eropa menghilangkan ketidakpastian kualifikasi dan risiko pendapatan yang menyertainya.
"Tidak adil bila satu tim bertarung, bertarung, bertarung, sampai di puncak dan setelahnya tidak bisa lolos karena kesuksesan sudah dijamin hanya untuk beberapa klub. Orang-orang mengatakan lima klub bisa naik dan memainkan kompetisi ini, tapi apa yang terjadi jika 15 klub ini tidak memainkan musim yang bagus dan akan berada di sana. Ini bukan olahraga," tegas Guardiola.
BACA JUGA: Sergio Aguero Sebentar Lagi Jadi Pengganti Lionel Messi di Barcelona?
Inilah yang membuat Guardiola merasa tidak nyaman, karena dia harus menjawab setiap pertanyaan yang muncul di konferensi pers. Yang diinginkan pelatih berkepala plontos itu adalah pejabat klub menjelaskan secara rinci tentang proyek ini.
Lihat Juga :