Warga Tokyo Layangkan Petisi Tolak Olimpiade 2020

loading...
Warga Tokyo Layangkan Petisi Tolak Olimpiade 2020
Warga Tokyo Layangkan Petisi Tolak Olimpiade 2020. Foto: The Bridge
TOKYO - Sebanyak lebih dari dari 351.000 tanda tangan dibukukan dalam petisi untuk membatalkan penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 oleh warga setempat. Petisi ini pun dilayangkan kepada Gubernur Tokyo pada Jumat (14/5/2021).

Sebelumnya, petisi yang berjudul "Batalkan Olimpiade Tokyo untuk melindungi hidup kita" ini disebarkan melalui situs Change.org. Seorang pengacara sekaligus mantan calon gubernur Tokyo, Kenji Utsunomiya yang membuat petisi ini.

Baca Juga: Jepang Perpanjang Status Darurat, IOC: Olimpiade Tokyo Maju Terus

Selama satu bulan petisi ini dipublikasikan, Kenji melihat masyarakat menunjukkan pendapat yang sama mengenai permasalahan ini. Ia pun menyebutnya ini "mencerminkan opini publik".



Alasan dibuat petisi ini ialah menyuarakan kekhawatiran masyarakat Jepang terhadap penyebaran virus Covid-19 yang semakin luas. Olimpiade tahun ini dinilai dapat menjadi sumber pemicunya.

"Saya pikir Olimpiade kali ini adalah tentang apakah kita memprioritaskan kehidupan atau upacara dan acara yang disebut Olimpiade," kata Utsunomiya dikutip dari laman AFP News, Jumat (14/5/2021).

Kenji pun tak ragu mendesak Gubernur Tokyo untuk meminta Komite Olimpiade Internasional (IOC) membatalkan Olimpiade. Menurutnya, kewenangan membatalkan ada di tangan IOC namun tentunya butuh persetujuan dari gubernur setempat.

Ia akan terus berupaya mengumpulkan tanda tangan lebih banyak lagi sampai mendapatkan pengumuman olimpiade resmi dibatalkan. Meski bukan hal yang mudah mengingat biaya pembatalan cukup mahal, namun Utsunomiya mengesampingkan hal itu.

"Kehidupan orang lebih penting daripada uang," kata Kenji.

Kenji tetap kukuh pada pendirian meski beberapa kali pihak penyelenggara meyakinkan akan menjaga para atlet dan publik Jepang tetap aman dari penyebaran virus. Padahal, penyelenggara pun sudah melakukan serangkaian uji coba yang menunjukkan protokol kesehatan yang berhasil.



Namun, Kenji pun memiliki fondasi kuat untuk mempertahankan argumennya yakni didukung oleh beberapa atlet Jepang. Belum lagi, persatuan dokter memperingatkan bahwa tidak mungkin mengadakan olimpiade dengan aman selama pandemi.
(sha)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top