SEA Games Hanoi: Atlet Wajib Karantina 14 Hari Sebelum Berangkat
Selasa, 18 Mei 2021 - 21:05 WIB
loading...
Atlet Karateka Indonesia Ceyco Georgia Zefanya Hutagalung mencium bendera merah putih saat pengukuhan Tim Indonesia Sea Games XXX 2019 di Venue Basket Senayan, Jakarta, Rabu (27/11/2019). Foto: SINDOnews/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Mengantisipasi penyebaran Covid-19 di SEA Games 2021 Hanoi, panitia penyelenggara mulai sosialiasi panduan protokol kesehatan (prokes). Kontingen yang datang wajib melakukan karantina selama 14 hari di negara masing-masing.
Panitia Penyelenggara SEA Games Hanoi mengumumkannya dalam rapat daring South East Asian Games Federation (SEAGF) Council yang dihadiri perwakilan Komite Olimpiade Nasional (NOC) di Asia Tenggara pada Selasa (18/5). Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menghadiri rapat tersebut didampingi sekretaris jenderal Ferry J Kono, wasekjen Wijaya Noeradi, serta anggota Komite Eksekutif Teuku Arlan Perkasa Lukman.
Baca Juga: Menpora–NOC Indonesia Gerak Cepat Siapkan Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2032
“Rapat tadi mengumumkan karantina atlet SEA Games dilakukan di negara masing-masing selama 14 hari. Tanggung jawab diberikan kepada NOC terkait, khususnya dalam mengontrol dan memastikan atlet telah divaksin dan melakukan tes PCR sebelum berangkat dan tiba di sana,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta, usai rapat, Selasa (18/5/2021).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Okto mengatakan akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 dan federasi olahraga nasional terkait. Hal ini diperlukan untuk memastikan kelancaran persiapan atlet Indonesia menuju SEA Games Hanoi.
“Jadi kami perlu memastikan bahwa atlet selamat dari Covid-19 sebelum berangkat, tetapi juga tidak menghilangkan kewajiban serta kebutuhan atlet untuk berlatih. Semoga perjuangan kita dalam situasi ekstraordinary ini bisa membuat Indonesia berprestasi di SEA Games Hanoi. Insya Allah Indonesia menjadi negara pemenang,” ujar Okto.
Dalam rapat tadi, Okto dan perwakilan NOC dari negara lain juga melaporkan situasi terkini terkait penyebaran Covid-19. Mayoritas negara-negara di ASEAN mengutarakan kasus Covid-19 masih menjadi perhatian serius.
Panitia Penyelenggara SEA Games Hanoi mengumumkannya dalam rapat daring South East Asian Games Federation (SEAGF) Council yang dihadiri perwakilan Komite Olimpiade Nasional (NOC) di Asia Tenggara pada Selasa (18/5). Presiden NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menghadiri rapat tersebut didampingi sekretaris jenderal Ferry J Kono, wasekjen Wijaya Noeradi, serta anggota Komite Eksekutif Teuku Arlan Perkasa Lukman.
Baca Juga: Menpora–NOC Indonesia Gerak Cepat Siapkan Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2032
“Rapat tadi mengumumkan karantina atlet SEA Games dilakukan di negara masing-masing selama 14 hari. Tanggung jawab diberikan kepada NOC terkait, khususnya dalam mengontrol dan memastikan atlet telah divaksin dan melakukan tes PCR sebelum berangkat dan tiba di sana,” kata Okto, sapaan karib Raja Sapta, usai rapat, Selasa (18/5/2021).
Menindaklanjuti informasi tersebut, Okto mengatakan akan berkoordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 dan federasi olahraga nasional terkait. Hal ini diperlukan untuk memastikan kelancaran persiapan atlet Indonesia menuju SEA Games Hanoi.
“Jadi kami perlu memastikan bahwa atlet selamat dari Covid-19 sebelum berangkat, tetapi juga tidak menghilangkan kewajiban serta kebutuhan atlet untuk berlatih. Semoga perjuangan kita dalam situasi ekstraordinary ini bisa membuat Indonesia berprestasi di SEA Games Hanoi. Insya Allah Indonesia menjadi negara pemenang,” ujar Okto.
Dalam rapat tadi, Okto dan perwakilan NOC dari negara lain juga melaporkan situasi terkini terkait penyebaran Covid-19. Mayoritas negara-negara di ASEAN mengutarakan kasus Covid-19 masih menjadi perhatian serius.
Lihat Juga :