Piala Eropa 2020: Roberto Martinez, 'Malaikat Pelindung' si Iblis
Senin, 31 Mei 2021 - 10:01 WIB
loading...
A
A
A
Sekarang Martinez ibarat 'malaikat pelindung' buat si iblis (Setan Merah). Tangan dinginnya dalam meracik strategi hingga tatapan tajamnya melihat pemain beraksi di lapangan hijau membuat Belgia mulai diperhitungkan.
Pada 2018, Belgia keluar sebagai juara ketiga usai mengalahkan Inggris. Di turnamen sepak bola empat tahunan itu Setan Merah tidak hanya tim dengan skor tertinggi saja, mereka juga punya rapor bagus dengan hanya kalah empat pertandingan.
BACA JUGA: Hasil Balapan MotoGP Italia dan Klasemen Pembalap, Minggu (30/5/2021)
"Kuncinya adalah menyadari bahwa bakat memenangkan pertandingan, tetapi tidak membuat Anda sukses dalam turnamen besar. Klasifikasi terbaik Belgia adalah tempat keempat di Mexico'86. Bakat para pemain kami tidak dapat disangkal, tetapi kami kekurangan dinamika grup, bagaimana menjadi kompetitif, dan bereaksi terhadap kesulitan. Sorotan dari petualangan kami di Piala Dunia 2018 bukanlah peringkat ketiga, tetapi bagaimana kami sampai di sana," cetus Martinez.
"Kami tiba di momen kritis setelah terjatuh di Piala Eropa 2016. Pertandingan dengan Spanyol itu membuat kami mengerti bahwa kami harus berubah dengan cepat dan menemukan pola permainan yang berbeda untuk memuji kebajikan besar yang dimiliki tim ini."
Pada 2018, Belgia keluar sebagai juara ketiga usai mengalahkan Inggris. Di turnamen sepak bola empat tahunan itu Setan Merah tidak hanya tim dengan skor tertinggi saja, mereka juga punya rapor bagus dengan hanya kalah empat pertandingan.
BACA JUGA: Hasil Balapan MotoGP Italia dan Klasemen Pembalap, Minggu (30/5/2021)
"Kuncinya adalah menyadari bahwa bakat memenangkan pertandingan, tetapi tidak membuat Anda sukses dalam turnamen besar. Klasifikasi terbaik Belgia adalah tempat keempat di Mexico'86. Bakat para pemain kami tidak dapat disangkal, tetapi kami kekurangan dinamika grup, bagaimana menjadi kompetitif, dan bereaksi terhadap kesulitan. Sorotan dari petualangan kami di Piala Dunia 2018 bukanlah peringkat ketiga, tetapi bagaimana kami sampai di sana," cetus Martinez.
"Kami tiba di momen kritis setelah terjatuh di Piala Eropa 2016. Pertandingan dengan Spanyol itu membuat kami mengerti bahwa kami harus berubah dengan cepat dan menemukan pola permainan yang berbeda untuk memuji kebajikan besar yang dimiliki tim ini."
Lihat Juga :